Mentan hingga Titiek Hadiri Groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terbesar di RI

Indonesia akan memiliki peternakan sapi perah dengan kapasitas produksi terbesar di Brebes, Jawa Tengah. Dalam prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama, hadir Menteri Pertanian Amran Sulaiman sampai Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto alias Titiek.
Adapun peternakan tersebut merupakan milik dari PT Global Diari Bersama (GDB) yang merupakan bagian dari Savoria Group alias lini FMCG dari konglomerasi Djarum.
“Di atas lahan tempat kita berada hari ini sebentar lagi kita akan melakukan peletakan batu pertama untuk didirikan peternakan sapi berkelas dunia yang terbesar di Indonesia,” kata CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, dalam groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7).
Selain Ihsan, prosesi groundbreaking dilakukan bersama-sama oleh Amran, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Titiek, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, hingga Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Nantinya peternakan tersebut akan berdiri di lahan seluas mencapai 710 hektare dan kapasitas tampung 30.000 ekor sapi. Dari situ, Ihsan juga menarget kapasitas produksi hingga 180.000 ton susu segar per tahun atau 18 persen kontribusi total produksi nasional.
“Dengan ini peringkat Jawa Tengah akan naik peringkat menjadi kedua pemasok susu segar terbesar di Indonesia,” ujar Ihsan.
Sementara ketika ditanya terkait operasional, Ihsan menyebut nantinya peternakan tersebut akan mulai kedatangan sapi pada awal 2028.
“Karena kita setelah groundbreaking, kita akan mulai konstruksi. Jadi butuh waktu karena lahannya 710 hektare, besar sekali. Kami berharap bisa sesuai waktu Q1 2028, sapinya bisa tiba di tanah ini,” kata Ihsan.
Ia juga menjelaskan operasional peternakan nantinya tak melupakan peran masyarakat sekitar. Nantinya, masyarakat salah satunya akan terlibat dari sisi penyediaan pakan ternak.
“Yang pertama-tama penyediaan pakan hijau, tepung jagung. Kita perlu lahan sekitar 2.000 hektare yang akan bekerja sama dengan petani rakyat, hasilnya kita tampung,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula skema untuk kemitraan sapi perah. Nantinya, GDB akan memberikan dukungan kepada peternak rakyat di sentra peternakan sapi perah berupa program pengembangan pengetahuan dan kemampuan peternak, bantuan akses terhadap sumber benih unggul, serta jaminan pembelian hasil produksi susu segar.
“Jadi sapi-sapi kita sebagian akan kita bekerja sama untuk mereka yang merawat dan menghasilkan susu dan dijual kembali ke kami,” jelasnya.
Terakhir, terdapat pula kemitraan penggemukan pejantan sapi perah dengan kapasitas mencapai sekitar 7.000 ekor pe tahun.
“Yang ketiga, kemitraan pedet jantan. Yang betina kita besarkan, yang pedet jantan 7.000 ekor per tahun kita akan kerja sama dengan petani untuk penggemukan,” ujarnya.
