Mentan Pastikan APBN Dikucurkan Rp 5 T untuk Bangun 100 Gudang Bulog
·waktu baca 2 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan dana pembangunan 100 unit gudang beras milik Perum Bulog akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebanyak 100 unit gudang untuk menyimpan beras dalam negeri mulai Januari 2026 dan dilengkapi dengan penggilingan.
“Bulog akan membangun gudang, nilainya Rp 5 triliun, dan gudangnya 100 dengan lengkap penggilingan 100 unit. (Dibangun) 2026 Januari kita start. Kita percepat. (Pendanaan) APBN,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menargetkan sebanyak 100 gudang tersebut itu akan mulai beroperasi pada semester II 2026.
Sebelumnya Perum Bulog akan mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah senilai Rp 5 triliun untuk membangun 100 gudang baru.
"Jadi total anggaran yang diberikan oleh Bapak (Presiden Prabowo) totalnya adalah Rp 5 triliun untuk 100 gudang," tutur Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (13/10).
Tahun ini Bulog sebagai perusahaan pelat merah sektor pangan mendapatkan suntikan dana senilai Rp 16,6 triliun dengan penugasan untuk menyerap sebanyak 3 juta ton gabah dari petani.
Rizal mengatakan pembangunan 100 gudang baru ini akan diprioritaskan untuk daerah-daerah lumbung pangan, namun belum ada gudang yang eksisting.
Dia membeberkan saat ini Bulog memiliki 1.555 gudang yang eksisting. Dia berharap pada saat Bulog mulai menyerap panen raya pertama pada Maret 2026, 100 gudang baru tersebut siap digunakan.
“Nah ke depan harapannya ini bulan Maret, insya Allah gudang-gudang ini supaya bisa terbangun, sehingga (pada) panen raya Maret sampai dengan Mei nanti itu, itu (100 gudang) yang baru panen ini bisa masuk ke gudang baru,” katanya.
