Mentan Sebut Proyeksi Produksi Beras 2025 Naik Menjadi 34,77 Juta Ton
·waktu baca 3 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebutkan proyeksi beras tahun ini menjadi 34,77 juta ton atau naik dari proyeksi semula pada 32,07 juta ton. Amran mengutip data Survei Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data KSA BPS menyebut produksi beras Januari-Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dari target yang diberikan 32 juta ton. Jadi ada kenaikan 2,7 juta ton dari target yang diberikan,” tutur Amran dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (24/11).
Amran menyebutkan angka proyeksi ini juga lebih tinggi dari proyeksi Departemen Pertanian Amerika Serikat United State Department of Agriculture (USDA), yang memperkirakan Indonesia akan memproduksi beras sebanyak 34,6 juta ton sepanjang musim tanam 2024-2025.
Dia juga melaporkan pada Komisi IV DPR, stok beras Indonesia pernah mencapai 4,2 juta ton yaitu pada Juni 2025. “Juga FAO memprediksi produksi beras kita tembus 35,6 juta ton pada tahun 2025,” imbuh Amran.
Angka proyeksi beras pada 2025 sebesar 34,77 juta ton ini sama dengan target produksi komoditas yang sama pada 2026. "Pada tahun 2026 Kementerian Pertanian menargetkan produksi komoditas utama sebagai berikut beras 34,77 juta ton," tutur Amran.
Produksi Jagung juga Naik
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menjelaskan pada Januari-Desember 2025 produksi jagung pipilan kering pada kadar air 14 persen diperkirakan mencapai 16,55 juta ton, meningkat 9,34 persen dibandingkan 2024. Sementara pada 2026 produksi jagung diperkirakan capai 18 juta ton.
Dengan proyeksi ini, Amran memastikan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor jagung untuk pakan pada 2025.
Kemudian produksi aneka cabai pada 2025 ditargetkan sebesar 3,07 juta ton dan kini realisasinya per 20 November 2025 capai 92,51 persen atau 2,84 juta ton. Sementara pada 2026 komoditas ini diproyeksi bisa diproduksi sebanyak 3,08 juta ton.
Selanjutnya produksi bawang merah sudah capai 92 persen dari target 1,99 juta ton atau 1,78 juta ton dan pada 2026 diproyeksi bisa capai 2 juta ton. Lalu realisasi produksi kopi capai 104,15 persen atau 813,35 ribu ton dari target 780,95 ribu ton dan pada 2025 786 ribu ton.
Lalu tebu kini realisasinya capai 104,86 persen atau 38,60 juta ton dari target 36,81 juta ton dan pada 2026 ditargetkan capai 39,5 juta ton. Kakao saat ini produksinya capai 93,62 persen atau 592,43 ribu ton dari target 632,78 ribu ton dan pada 2026 ditargetkan capai 633 ribu ton.
Selanjutnya kelapa saat ini produksinya capai 87,15 persen atau 2,51 juta ton dari target 2,88 juta ton Adapun pada 2026 ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 2,89 juta ton.
Kemudian komoditas peternakan produksi daging sapi dana kerbau capai 92,74 persen dari target 505,08 ribu ton atau 468,4 ribu ton dan pada 2026 ditargetkan bisa capai 514 ribu ton. Sementara produksi daging ayam kini 87,88 persen dari target 4,21 juta ton atau 3,7 juta ton dan pada 2026 ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 4,34 juta ton.
Lalu telur saat ini realisasi capai 86,49 persen dari target 6,81 juta ton atau 5,89 juta ton 2026 ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 7,75 juta ton.
"Untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan rencana program prioritas, Kementerian Pertanian dari tahun 2026 difokuskan pada peningkatan produksi padi, jagung, dan komunitas strategis lainnya," katanya.
