Mentan Serahkan Bantuan 10.000 Ton Beras ke Palestina
·waktu baca 2 menit

Indonesia menyerahkan bantuan pangan dalam bentuk beras sebanyak 10 ribu ton kepada Palestina. Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, bantuan ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada Menteri Pertanian Negara Palestina Rezq Basheer-Salimia pada Senin (7/7).
“Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, beliau memberikan perintah pada kami untuk memberi bantuan pada saudara kita di Palestina 10.000 ton beras,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (7/7).
Amran menjelaskan arahan Prabowo terkait bantuan ini dipesankan kepada Amran sebelum Prabowo pergi ke Brasil untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025. Bantuan tersebut disebut sebagai wujud solidaritas Indonesia kepada masyarakat Palestina yang menghadapi krisis.
Terkait waktu pengiriman langsung 10 ribu ton beras tersebut ke Palestina, Amran menuturkan beras akan diserahkan Duta Besar Palestina di Indonesia terkait yang juga akan menentukan waktu dan mekanisme pendistribusian.
”Bantuan akan dikirim tergantung Dubes Palestina yang ada di Indonesia. Kapan saja bisa dikirim, kami serahkan berasnya,” ujar Amran.
Bantuan ini juga langsung diapresiasi oleh Menteri Pertanian Negara Palestina, Rezq Basheer-Salimia.
”Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada pemerintah Indonesia. Terima kasih telah mendukung Palestina di semua bidang, terutama atas dukungan terhadap hak rakyat Palestina,” kata Rezq.
Dirikan Zona Investasi Solidaritas Indonesia-Palestina
Selain kesepakatan bantuan beras 10 ribu ton, ketika Amran bertemu dengan Rezq juga terdapat kesepakatan untuk menginisiasi pendirian Zona Investasi Solidaritas Palestina–Indonesia.
Untuk sektor pertanian di zona tersebut, terdapat alokasi lahan seluas 10.000 hingga 15.000 hektare di Provinsi Sumatera Selatan. Nantinya zona tersebut menjadi basis kerja sama jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan Palestina.
Selain itu, Amran dan Rezq juga menandatangani beberapa kesepakatan kerja sama di sektor pertanian untuk mengembangkan produk serta meningkatkan kapasitas pertanian. Hal ini meliputi industri benih, bioteknologi, manajemen agribisnis, alat dan mesin pertanian, cadangan pangan, dan beberapa sub sektor pertanian lainnya.
