Mentan Teken Kerja Sama dengan Prancis, Impor Sapi dan Ekspor CPO
·waktu baca 2 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menuturkan Indonesia telah meneken kerja sama dengan pemerintah Prancis beberapa waktu lalu, saat presiden negara di Eropa itu mengunjungi Istana Negara, Jakarta.
Amran menuturkan kerja sama ini berfokus pada importasi sapi Prancis. Tujuannya untuk mengamankan cadangan sapi dan susu sapi di Indonesia.
“Kami MOU dengan pemerintahan Prancis, tu kita kerjasama di bidang teknologi. Itu mungkin fokus nanti kepada, fokus pada livestock untuk sapi atau susu, dua itu kita fokus,” kata Amran kepada awak media dalam gelaran tasyakuran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 4 juta ton di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (30/5).
Lebih lanjut Amran menuturkan sebagai gantinya, pemerintah Indonesia memberikan syarat agar Prancis bisa menerima Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia.
Sehingga negara tujuan ekspor komoditas ini bertambah banyak dan CPO dari Indonesia bisa lebih dikenal di pasar internasional. “Kita impor, bisa sapi, bisa susu, tapi dengan catatan, CPO kita juga diterima, harus dong, “ jelasnya.
Selain dari Prancis, Indonesia kemungkinan mengimpor susu atau sapi hidup dari berbagai negara.
Salah satu negara yang dilirik Amran dalam pengadaan susu atau sapi ini adalah Selandia Baru atau New Zealand. Sebab Selandia Baru dikenal sebagai salah satu negara produsen susu sapi jempolan di dunia.
“Nanti kita lihat perkembangannya, bukan Prancis saja, banyak negara, New Zealand,” imbuhnya.
