Menteri Basuki: Pembangunan IKN Jadi Tantangan dan Peluang Besar Bagi Arsitek
·waktu baca 3 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa kontribusi para arsitek dibutuhkan dalam pengembangan ibu kota negara (IKN) yang baru. Untuk itu dirinya terus mendorong keterlibatan para arsitek untuk menyalurkan ide-ide dan kreativitas dalam mendukung pembangunan infrastruktur IKN Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur tersebut.
“Pemindahan Ibu Kota merupakan lompatan besar menuju Indonesia baru yang akan memberikan peluang besar sekaligus tantangan yang besar bagi arsitek, perencana kota, spesialis urban design dan insinyur untuk berkontribusi dan berkolaborasi. Kami sangat menyambut ide-ide baru dan kreativitas berdasarkan filosofi kota modern yang tetap dipadukan dengan kearifan lokal," kata Menteri Basuki dalam rilis resmi, Sabtu (19/2).
Basuki juga menjelaskan bahwa pengembangan IKN yang baru ini mengimplementasikan tiga pilar yakni IKN yang mencerminkan identitas nasional, menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta pilar ketiga mewujudkan kota cerdas, modern dan berstandar internasional.
“Pembangunan IKN bukan sekadar memindahkan kota dan gedung-gedung pusat pemerintahan, tetapi juga merencanakan pusat perkotaan yang modern dengan prinsip Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai suatu Future Smart Forest City of Indonesia,” lanjutnya.
Menteri Basuki menambahkan bahwa Kementerian PUPR telah menyusun dokumen perencanaan dari tahap makro dan tahap meso, kini saatnya memasuki tahap desain mikro termasuk Detailed Engineering Design sebagai acuan pelaksanaan pembangunan fisik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Adapun konsep desain IKN yang baru ini, kata Basuki, mengacu pada lima prinsip. Pertama adalah Smart Workplace, yakni kota yang menjunjung tinggi kolaborasi antar semua pihak. Kedua adalah Smart Living, yakni kota yang mengedepankan kehidupan yang kompak berkinerja tinggi, efisien dan liveable.
Ketiga adalah Smart Mobility and Transportation, yakni ibu kota berbasis transit, mengutamakan pergerakan cepat, efisien dan sehat dengan 80 persen transit transportasi publik. Keempat adalah Smart Nature Preservation, yakni kota yang tetap menjaga ekosistem alam dan hidup bersinergi dengan alam.
Dan kelima adalah Smart Transformation of Nation and Culture, yakni kota dengan mengedepankan kehidupan berbangsa dan berbudaya melalui ruang-ruang simbolis bersama untuk merayakakan kesatuan dan kebhinekaan nusantara.
Konsep dan desain yang diusung IKN inipun menuai pujian dari Arsitek kenamaan dari Jepang, Kengo Kuma. Dia menilai IKN di Kalimantan Timur itu bakal jadi contoh terbaik bagi kota-kota di dunia karena memadukan kombinasi antara keasrian alam dengan kehidupan modern.
“Saya percaya dan berharap IKN di Kalimantan akan jadi contoh yang terbaik bagi kota-kota dunia, bukan hanya bagi Asia, karena adanya kombinasi antara keasrian alam dengan kehidupan modern dewasa dan masa datang dengan kemajuan digitalnya dan teknologi informasi yang hebat. Keseimbangan yang terbaik saya percaya akan ada di sana," ujarnya.
