Menteri ESDM Minta Keterlibatan Badan Usaha Dukung Upaya Transisi Energi
·waktu baca 2 menit

Pemerintah masih menggencarkan upaya transisi energi dari fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Pengembangan EBT di dalam negeri menemui banyak tantangan sehingga butuh sinergi dari banyak pihak, termasuk badan usaha.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menjelaskan sederet tantangan dalam pengembangan EBT. Pertama, dari keekonomian dan teknologi, kesiapan industri di dalam negeri, dan keseimbangan suplai dan demand agar harga bisa terjangkau.
"Untuk mengatasi tantangan dan dinamika dalam pengembangan EBT, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak sesuai peran masing-masing, termasuk juga badan usaha swasta maupun BUMN," ujarnya dalam webinar Menagih Kontribusi Swasta & BUMN di Masa Transisi Menuju Zero Carbon Emission 2060, Kamis (14/4).
Dia menuturkan, peran aktif badan usaha untuk mempercepat transisi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca dapat dilakukan sesuai sektor industri masing-masing.
Pertama, lanjut Arifin, untuk badan usaha minyak dan gas (migas), kontribusi transisi energi bisa dilakukan melalui pengembangan EBT, efisiensi energi dan pemanfaatan flare gas, green refinery, dan pemanfaatan Carbon Capture, Utilizaton and Storage (CCUS).
"Kedua, badan usaha mineral dan batu bara melalui reklamasi lahan bekas tambang untuk kebutuhan energi PLTS dan pembangkit EBT untuk supply listrik smelter," kata dia.
Selanjutnya, badan usaha ketenagalistrikan bisa melalui pemanfaatan Clean Coal Technology (CCT), penerapan co-firing, pemanfaatan pembangkit EBT, dan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi pembangkit EBT.
Terakhir, kata Arifin, kontribusi badan usaha industri dapat melalui industri PLTS atap, pemanfaatan pembangkit EBT, pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).
"Sinergi dan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha merupakan salah satu kunci keberhasilan transisi energi," tutur Arifin.
Ikuti giveaway kumparanBISNIS dan dapatkan hadiah saldo digital total Rp 1,5 Juta, klik di sini.
