Kumparan Logo

Menteri ESDM Sebut Investasi di Bisnis Hulu Migas Sangat Kompetitif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Menteri ESDM Arifin Tasrif menganggap industri hulu migas masih memegang peranan penting sebagai penggerak perekonomian negara. Namun, Arifin mengakui pertumbuhan sektor migas saat ini sedang ada tantangan yang disebabkan pandemi COVID-19.

“Pandemi baru-baru ini dan perkembangan pesat energi alternatif telah membuat situasi menjadi jauh lebih menantang,” kata Arifin saat acara Penandatanganan Perjanjian Strategis Hulu Migas, Kamis (17/6).

Selain pandemi, Arifin mengatakan tren atau perkembangan global juga mempengaruhi kondisi sektor migas. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus bekerja keras khususnya dalam bersaing dengan negara lain untuk mendapatkan investasi.

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Dok. Pertamina

“Pandemi COVID dan harga minyak yang rendah telah menciptakan pasar yang sangat kompetitif untuk mendapatkan investasi di bisnis hulu migas,” ujar Arifin.

“Kita harus membangun kesadaran bahwa kita sedang bersaing dengan negara-negara penghasil minyak lain di seluruh dunia untuk mendapatkan investasi dan oleh karena itu kita harus memperbaiki iklim investasi kita,” tambahnya.

Untuk meningkatkan daya tarik investasi, Arifin merasa perlu dilakukan percepatan proses perumusan kebijakan dengan melibatkan Kementerian ESDM, Kemenkeu, dan SKK Migas. Hal tersebut, kata Arifin, bisa juga untuk percepatan eksplorasi minyak di Indonesia.

“(Koordinasi) untuk mempercepat peluncuran kebijakan fiskal yang lebih efektif yang mampu mendorong investor untuk meningkatkan produksi dan kegiatan eksplorasi di Indonesia dalam rangka memenuhi target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030,” tutur Arifin.