Kumparan Logo

Menteri LH: Waste to Energy Hanya Bisa Kelola Sampah 20.000 Ton per Hari

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan saat menghadiri kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan saat menghadiri kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkap proyek waste to energy hanya bisa menyelesaikan kurang dari 15 persen dari volume sampah yang dihasilkan setiap harinya di Indonesia.

Ini diungkap Hanif saat memberi sambutan dalam acara kumparan Green Initiative Conference 2025, Kamis (18/9).

"Kita bicara waste energy maksud saya memberikan prolog terhadap waste. Waste energy bukan segalanya," ujar Hanif.

Hanif menjelaskan, dari 143.000 ton per hari sampah yang dihasilkan di Indonesia, hanya 20.000 ton yang bisa diolah menjadi energi.

"Maka waste to energy hanya mampu mereduksi sampah sebesar hitungan saya 20.000 ton per hari. Sementara sampah kita 143.000 ton per hari," sambungnya.

Di samping itu, proyek waste to energy juga hanya bisa dilakukan di kota-kota besar dengan syarat produksi sampah minimal 1.000 ton per hari.

"Waste to energy itu minimal sampah yang tersedia harus 1.000 ton yang bersihnya. Maka sampah yang kotornya harus 2.000 ton, karena hampir 40 sampai 50 persen sampah kita adalah food waste," tuturnya.

Atas dasar itu, lanjut Hanif, langkah yang paling bisa dilakukan untuk menekan jumlah sampah adalah mengurangi kebiasaan food waste, atau membuang makanan.

instagram embed

"Saya titip hari ini, kalau makan seadanya. Kalau Bapak punya duit banyak enggak masalah, kita enggak iri, tetapi beli lah secukupnya. Karena begitu Bapak menyisakan makanan, Bapak berkontribusi meningkatkan food waste kita," ujar Hanif.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE) akan menjadi prioritas dalam 33 proyek strategis yang dicanangkan Danantara.

Ia menyebut sejumlah daerah sudah siap menjalankan proyek tersebut, di antaranya Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Surabaya, Makassar, serta daerah lain, dengan mekanisme tender yang dilakukan secara terbuka dan transparan