Menteri PKP: Bank Nobu dan Bank Artha Graha Bakal Jadi Penyalur KPR Subsidi
·waktu baca 2 menit

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu) dan Bank Artha Graha Internasional bergabung menjadi penyalur KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Ara, sapaan akrab Maruarar, mengatakan saat ini pemerintah meningkatkan kuota FLPP dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 350.000 unit di tahun 2025. Penyalurannya akan didukung beberapa bank besar.
Langkah Bank Nobu dan Bank Artha Graha tersebut mengikuti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang sudah lebih dulu berminat menjadi bank penyalur KPR subsidi.
"Kemudian yang baru datang ada BCA, ada Bank Nobu, ada Bank Artha Graha, jadi kita sudah siapkan polanya, kalau biasanya peta jalan, peta jalan dari perbankan lebih jelas," kata Ara saat rapat Strategi Pencapaian Target Pembiayaan FLPP Tahun 2025 di DJKN Kemenkeu, Selasa (27/5).
Ara mengatakan saat ini realisasi penyaluran FLPP sudah mencapai 43 persen dari kuota 220.000 unit. Dengan kenaikan kuota menjadi 350.000 unit, maka ada kenaikan tambahan 130.000 unit.
"Jadi 220 ribu belum habis, ini sudah disiapkan tambahan lagi 130 ribu. Ini sudah disiapkan tambahan lagi," ungkap Ara.
Dengan demikian, BP Tapera mendapatkan tambahan pembiayaan sebesar Rp 16,4 triliun dari anggaran eksisting Rp 18 triliun, sehingga total menjadi Rp sekitar 35 triliun khusus untuk BP Tapera. Belum lagi ditambah dari Penyertaan Modal Negara (PMN) PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
"Dengan SMF ada PMN sekitar Rp 7 triliun. Total ada sekitar Rp 43 triliun untuk skema (FLPP) 350.000," katanya.
Sebelumnya, BCA akan bergabung menjadi bank penyalur rumah subsidi atau FLPP. Selama ini, bank penyalur FLPP hanya berasal dari Himpunan Bank Negara (Himbara) seperti BRI, BTN, Mandiri dan BNI.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengungkap kerja sama ini akan diimplementasikan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BCA dengan BP Tapera.
“Jadi besok rencananya akan ada penandatanganan MoU dengan Tapera, itu dalam pelaksanaan akan kita lakukan secara komputerisasi, sistem sinkronisasi, KPI harus kita ngelink dulu, dan sesudah itu kita usahakan kita bisa support program (3 juta rumah,” kata Jahja dalam pertemuan dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Wisma Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (22/5).
Nantinya pembiayaan yang didukung BCA yakni untuk FLPP. MoU ini menjadi langkah penjajakan sebelum nantinya BCA resmi masuk menjadi bank penyalur. Jahja mengakui BCA memang belum pernah menjadi bank penyalur FLPP. Meski begitu BCA berminat untuk mendukung program 3 juta rumah.
