Menteri PKP: Perusahaan Besar Bangun & Renovasi Ribuan Unit Program 3 Juta Rumah
·waktu baca 3 menit

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar (Ara) Sirait menyatakan bahwa sejumlah perusahaan besar di Indonesia siap mendorong program tiga juta rumah.
Adapun dukungan tersebut berupa pembangunan hunian melalui corporate social responsibility (CSR) dan renovasi rumah tak layak huni (RTLH).
“Ini kita bagi tiga. Yang sudah selesai, yang masih dilaksanakan, artinya berproses tapi sudah mulai dibangun. Yang masih rencana atau yang sudah disampaikan oleh pihak yang mau memberi,” kata Ara dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Jakarta Pusat, Senin (19/5).
Ara menegaskan bahwa pembangunan hunian melalui CSR dan RLTH ini 100 persen semuanya dari perusahaan yang bersangkutan. “Ini non-APBN, non-APBD, dan non-BUMN,” ucapnya.
Saat ini, pembangunan hunian baru yang telah rampung adalah rumah apung di Muara Angke, Jakarta Utara, yang dibiayai oleh PT Harum Energy Tbk yaitu sebanyak 30 unit.
Kemudian, ada tiga perusahaan yang telah berproses membangun hunian mulai dari Adaro Minerals sebanyak 500 unit rumah tapak di Kalimantan Selatan, PT Berau Coal Energy Tbk sebanyak 500 unit di Kalimantan Timur, dan Agung Sedayu Group sebanyak 250 unit tersebar di Banten.
Sejumlah rencana pembangunan baru juga tengah disiapkan, antara lain 35 unit rumah di Subang Jawa Barat oleh Harum Energy, 250 unit rumah oleh PT Astra International Tbk, serta 500 unit rumah di Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan yang akan dikerjakan oleh Agung Sedayu Group bersama Salim Group.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga dikabarkan berkontribusi dalam program perumahan dengan merenovasi 500 rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Bangka Belitung.
Sementara itu, Yayasan Buddha Tzu Chi juga sedang melaksanakan renovasi terhadap 1.000 unit RTLH yang tersebar di Jakarta dan Bandung.
“Jadi Kadin juga (berkontribusi dalam) renovasi. Kalau yang Harum, Agung Sedayu, Berau itu yang membangun rumahnya,” kata Ara.
Lebih lanjut, Ara juga menyebut Lippo Group telah berkomitmen untuk merenovasi RTLH sebanyak 1.500 unit di tiga wilayah yakni 500 unit di Jawa Timur, 500 unit di Bekasi, serta 500 unit di Tangerang.
“Kemudian dari Lippo Group, sesudah dia (Lippo) beritikad baik kepada Meikarta, dia juga siap membantu untuk di-renovasi (RTLH) ini di Jawa Timur, di Bekasi dan Tangerang,” tutur Ara.
Lebih lanjut, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga memiliki rencana untuk merenovasi sebanyak 1.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Banten dan Jakarta. Adapun Yayasan Buddha Tzu Chi juga akan menangani renovasi 2.000 unit.
“Kemudian Buddha Tzu Chi, itu ada (renovasi) 500 (RTLH) di Jawa Tengah, di Banyumas. Kemudian, 500 (unit) di Banten. Kemudian di Bogor 500 (unit) dan di Depok 500 (unit),” ujar Ara.
