Kumparan Logo

Menteri PKP Respons BI Rate Jadi 5,75%: Bunga KPR Subsidi Tak Naik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
zoom-in-whitePerbesar
Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, merespons kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak 2 kali dalam sebulan. Ara, demikian ia disapa, memastikan kenaikan BI Rate tak berdampak pada bunga KPR subsidi.

Ara menjawab hal itu saat ditanya soal prospek kajian tenor KPR 40 tahun di tengah tren kenaikan BI-Rate.

“Saya tahu bahwa itu naik BI-Rate. Sampai hari ini sebagai Menteri Perumahan saya putuskan tidak menaikkan bunga untuk rumah subsidi bagi rakyat MBR (masyarakat berpenghasilan rendah)" kata Ara di Palmeriam, Jakarta Timur, usai meninjau program BSPS pada Jumat (19/6).

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan atau RDG darurat pada Selasa (9/6). RDG tersebut memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%.

Menteri PKP, Maruarar Sirait ditemui di Palmeriam, Jakarta Timur usai meninjau program BSPS pada Jumat (19/6/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Setelah menaikkan BI-Rate ke 5,50%, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada RDG yang diselenggarakan Kamis (18/6).

Sedangkan terkait tenor KPR 40 tahun, Ara sebelumnya menyebut skema tersebut ditarget rampung tahun ini.

Ara menjelaskan akan mencari waktu yang tepat untuk membahas skema tersebut bersama BP Tapera. Salah satu Anggota Komite Tapera adalah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.