Menteri PUPR Jawab Isu Mundur dari Kabinet: Saya, kan, Kerja Terus

13 Februari 2024 11:17 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Tol IKN di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur, Rabu (1/11/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Tol IKN di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur, Rabu (1/11/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab isu akan mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Dalam satu bulan terakhir, isu sejumlah menteri akan mundur dari kabinet mencuat ke publik, salah satunya adalah Basuki.
ADVERTISEMENT
"Halah itu udah lewat, bos. Saya, kan, kerja terus," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/2).
Basuki memastikan akan berada di kabinet pemerintah sampai akhir masa jabatan pada Oktober mendatang. "Perintahnya [bekerja sampai akhir masa jabatan] begitu, kan?" ujarnya.
Namun, Basuki enggan mengungkap dari mana perintah tersebut datang. Saat ditanya apakah ada arahan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Basuki mengaku belum bertemu dengan Megawati.
"Belum ketemu saya," kata Basuki.
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Tol IKN seksi 3A di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (1/11/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Basuki menyebut terakhir kali bertemu Megawati ketika Megawati ulang tahun. "Wah [terakhir bertemu Megawati] udah ultah beliau dulu," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen Kementerian PUPR Mohamad Zainal Fatah mengaku belum tahu kabar Basuki dibujuk untuk mundur dari kabinet.
"Belum tahu, saya juga belum ketemu Pak Menteri. Ini barusan [tahu Basuki dibujuk mundur] dengar dari sampean. Biasa saja ini tahun politik," kata Zainal di Gedung DPR, Kamis (18/1).
ADVERTISEMENT