Kumparan Logo

Menteri Teten: Minyak Sawit Merah Lebih Murah dari Minyak Goreng

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampilan Minyak Makan Merah. Foto: Kemenkop dan UKM
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan Minyak Makan Merah. Foto: Kemenkop dan UKM

Carut marut minyak goreng yang sempat terjadi di Indonesia membuat Kementerian Koperasi dan UKM membuat inovasi baru, minyak sawit merah.

Minyak sawit merah ini diklaim lebih sehat dan dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng. Bahkan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan harga minyak sawit merah ini bisa lebih murah dari minyak goreng.

"Kita optimistis lebih murah karena ini terintegrasi antara kebun pabrik dan distribusinya ke masyarakat sekitar," kata Teten saat ditemui pasca Sidang Paripurna DPR, Selasa (16/8).

Teten menjelaskan minyak sawit merah saat ini tengah dibangun sebagai pilot project yang bisa memproduksi minyak merah sebesar 10 ton per hari untuk setiap 1.000 hektar lahan perkebunan yang dikelola koperasi petani.

"10 ton per hari itu paling untuk dua kecamatan kan distribusinya sudah bisa terserap," kata Teten.

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Medan, Kamis (9/6/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Setelah piloting nanti, Teten menargetkan minyak merah bisa diproduksi untuk memasok kebutuhan nasional. Menurutnya saat ini 35 persen CPO diproduksi oleh petani sawit mandiri. Dengan begitu, saat minyak sawit merah sudah berjalan juga bisa membantu para petani sawit.

"Itu yang kita harap. Supaya petani enggak jual TBS (tandan buah segar)-nya, tapi ada value added," kata Teten.

Adapun proyek uji coba minyak sawit merah ini ditargetkan rampung pada Januari 2023. Dengan uji coba tersebut selesai, ditargetkan minyak sawit merah bisa mulai diserap pasar pada awal tahun depan.

"Sekarang ini kepastian pasarnya. Perkembangannya Agustus Detail Engineering Design (DED) selesai, produksi mulai jalan, Januari 2023 kick off,” ujar Teten.