Menyongsong IPO Goto dan Bukalapak, Incar Dana Puluhan Triliun dari Pasar Saham
·waktu baca 2 menit

Dua perusahaan berbasis teknologi digital saling salip buat melantai di bursa saham Indonesia. Keduanya yakni Goto yang merupakan hasil merger Gojek dengan Tokopedia, serta startup Bukalapak.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah memberi sinyal sejak pertengahan Mei 2021 soal adanya dua perusahaan teknologi yang bakal IPO. Belakangan terkuak bahwa Bukalapak telah berencana melantai di bulan Agustus 2021.
Sementara Goto agaknya bakal tersalip dengan rencana IPO baru pada akhir 2021. Bila keduanya jadi masuk pasar saham tahun ini, akan ada dana puluhan triliun rupiah yang akan berputar di BEI. Berikut fakta-faktanya:
Mau IPO Duluan, Bukalapak Incar Dana Rp 11,36 Triliun
Perusahaan e-commerce Bukalapak berencana melantai di bursa saham pada bulan Agustus 2021. Startup asal Singapura berencana mengincar dana USD 800 juta, setara Rp 11,36 triliun (kurs Rp 14.200).
Memanfaatkan peningkatan tajam dalam minat investor di sektor teknologi yang berkembang pesat di Asia Tenggara, Bukalapak bertujuan untuk menjual 10 persen hingga 15 persen dari perusahaan dan menginginkan penilaian antara USD 4 hingga USD 5 miliar.
Goto Bakal Jadi Perusahaan Public Terbesar saat IPO
Goto sebelumnya telah memberi sinyal bahwa mereka berencana untuk go public alias IPO tahun ini. CEO Goto Group, Andre Soelistyo, menyebut perusahaan akan masuk ke bursa saham sebelum akhir tahun 2021.
Dalam keterangan resminya, perusahaan mengaku memiliki valuasi mencapai USD 18 miliar atau setara Rp 257,04 triliun (kurs: Rp 14.280 per USD). Valuasi tersebut berdasarkan putaran penggalangan dana Gojek pada 2019 dan Tokopedia pada awal 2020 lalu.
Jika benar valuasi Goto mencapai nilai tersebut maka perusahaan gabungan ini berpotensi menjadi emiten besar dengan kapitalisasi pasar di bawah Bank BCA.
Dengan kapitalisasi pasar yang super jumbo tersebut, IPO GoTo juga digadang-gadang bakal menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.
