kumparan
25 Januari 2018 14:13

Menyulap Limbah Sawit Menjadi Listrik

PLTBg Asian Agri
PLTBg Asian Agri. (Foto: Jafrianto/kumparan)
Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Tumbuhan yang berasal dari Afrika ini dapat diolah untuk bahan baku makanan, minyak industri, biodiesel, hingga kosmetik.
ADVERTISEMENT
Limbah hasil pengolahan sawit pun dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di setiap pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi sebuah kewajiban perusahaan agar limbah sawit bisa diolah menjadi listrik dan tak mencemari lingkungan.
Kumparan (kumparan.com) berkesempatan mengunjungi PLTBg milik PT Inti Indosawit Subur, salah satu anak usaha Asian Agri, di Desa Pematang Pauh, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
PLTBg Asian Agri
PLTBg Asian Agri. (Foto: Jafrianto/kumparan)
Untuk bisa mencapai lokasi PLTBg tersebut, perjalanan darat selama 3 jam dari Kota Jambi harus ditempuh. Sepanjang perjalanan, perkebunan kelapa sawit menghiasi sisi kiri dan kanan jalan.
Memasuki kebun kelapa sawit milik Asian Agri, jalanannya berdebu dan tidak beraspal. Masuk ke dalam komplek PLTBg, terdapat tangki-tangki besar berwarna hijau dan satu tangki vertikal berwarna putih keabu-abuan.
ADVERTISEMENT
Asisten Biogas PLTBg Asian Asian Agri, Muhajirin, menjelaskan bahwa tangki-tangki tersebut memiliki fungsi masing-masing dalam pengolahan limbah sawit cair atau POME. Persentase POME yang diambil dari pengolahan kelapa sawit sebesar 40%-50% yang kemudian menghasilkan slak.
PLTBG Asian Agri
PLTBG Asian Agri (Foto: Jafri Anto/kumparan)
"Dari situ, kita kirim ke cooling tank untuk mendinginkan temperatur dari slak tadi. Pendinginan dilakukan selama 2 hari untuk membunuh bakteri yang ada," katanya kepada kumparan di lokasi.
Dari cooling tank ini, kata Muhajirin, limbah akan dikirim ke masing masing digester. Ada 4 digester dalam komplek itu. Masing-masing digeseter berkapasitas 2.400 meter kubik.
Digester adalah mesin di pabrik kelapa sawit untuk melumatkan brondol/buah sawit dengan proses pengadukan menggunakan Stirring Arm (sering disebut pisau digester).
PLTBg Asian Agri
PLTBg Asian Agri. (Foto: Jafrianto/kumparan)
Limbah-limbah yang sudah diolah di dalam tangki akan menghasilkan gas. Gas inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk sumber tenaga listrik.
ADVERTISEMENT
Kapasitas PLTBg sebesar 2,2 MW. Dari 2,2 MW listrik yang dihasilkan itu, sebanyak 700 Kilowatt (KW) atau 0,7 MW digunakan untuk operasional pabrik. Sisanya sebesar 1,5 KW rencananya akan dijual ke PLN agar bisa disalurkan ke masyarakat sekitar.
Menteri ESDM Ignasius Jonan yang hadir dan meresmikan PLTBg ini menyarankan agar surplus listrik 1,5 MW itu dibagikan secara gratis ke masyarakat. Dengan begitu, masyarakat setempat bisa lebih merasakan manfaat dari keberadaan Asian Agri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan