Menyusul Tesla, MasterCard Akan Izinkan Pembayaran Pakai Bitcoin

Menyusul perusahaan otomotif produsen mobil listrik, Tesla Inc, perusahaan sistem pembayaran global MasterCard dikabarkan akan mengizinkan transaksi menggunakan Bitcoin. Dikutip dari Coindesk, MasterCard berencana memberi opsi pada jutaan merchant yang jadi mitranya, untuk menerima pembayaran uang kripto.
"Penggunaan uang kripto termasuk Bitcoin akan berlaku akhir tahun ini," tulis Coindesk, Kamis (11/2), mengutip sumber yang mengetahui masalah ini.
Tapi pada bagian lain disebutkan, MasterCard belum memutuskan uang kripto jenis mana yang akan diizinkan sebagai alat pembayaran. Sebelumnya, perusahaan otomotif bentukan orang terkaya dunia Elon Musk, Tesla Inc, disebutkan akan mengizinkan pembeli menggunakan Bitcoin untuk membayar segala produk Tesla.
CEO MasterCard, Michael Miebach, menyatakan akan memberikan fleksibilitas maksimal kepada para pengguna MasterCard serta merchant yang menjadi mitranya. "Detailnya nanti di kuartal IV, bagaimana kita mengintegrasikan pembayaran mata uang digital langsung di jaringan kami," ujarnya.
Inisiatif baru penggunaan uang kripto ini dinilai akan mengubah dinamika di antara pemilik toko mitra MasterCard dengan jaringan bisnis terkait.
Tapi Coindesk menulis, penggunaan uang kripto seperti Bitcoin sebagai alat transaksi merupakan pertaruhan. Pasalnya uang kripto terpopuler di dunia ini lebih banyak digunakan sebagai investasi, dibeli untuk disimpan, ketimbang digunakan sebagai alat pembayaran.
Sementara itu setelah Bitcoin menyentuh rekor harga tertinggi sepanjang sejarah, di posisi USD 48.042 atau setara Rp 672.588.000, harga Bitcoin saat ini melemah 3,72 persen ke posisi USD 44.553 atau sekitar Rp 623.742.000. Lonjakan harga Bitcoin itu merupakan efek keputusan Tesla Inc memborong senilai USD 1,5 miliar atau Rp 21 triliun.
