Kumparan Logo

Merawat Keberlanjutan dan Oase Hijau di Area Tambang Martabe

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan sambutan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan sambutan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tambang Martabe memiliki potensi geologi dan ekonomi yang strategis sebagai salah satu tambang emas–perak unggulan nasional yang berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah dan perekonomian nasional,"

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, kepada kumparan, Kamis (13/11).

Saat ditanya soal kiprah PT Agincourt Resources (PTAR) Martabe Gold Mine, Hanif Faisol menegaskan perusahaan sudah menjalankan bisnisnya sesuai dengan prinsip lingkungan dan keberlanjutan.

PT Agincourt Resources seperti menjadi oase di kala pertambangan kian disorot. Beroperasi penuh sejak 2012, PT Agincourt Resources terus berkomitmen menjaga pembangunan industri nasional dan ketahanan lingkungan dalam menjalankan tambang emasnya.

Sejauh ini, PT Agincourt Resources mengoperasikan tiga pit terbuka di wilayah Sumatera Utara, yakni:

  • Pit Purnama yang dibuka 2011

  • Pit Barani yang dibuka 2016

  • Pit Rambo Juring yang dibuka 2017

“PT Agincourt Resources secara konsisten memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh KLH/BPLH,” kata Hanif.

Catatan Impresif dan Kontrak Karya

Dalam catatan KLH, selama 11 tahun berturut-turut, kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources selalu berada di bawah ambang batas aturan pemerintah, yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Tambang Emas PT Agincourt Resources (PTAR) di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Foto: PTAR

Penetapan baku mutu dalam beleid tersebut mencakup parameter seperti ph hingga chemical oxygen demand (COD). Untuk PH, ambang batas yang diizinkan adalah di angka 6 sampai 8.

“Dari sisi pengendalian kerusakan lingkungan, KLH juga mencatat pelaksanaan program reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang yang telah dilakukan,” tutur Hanif.

Catatan-catatan itu yang membuat PT Agincourt Resources tak pernah ditolak warga sejak pertama eksplorasi pada 2011. Meski kontrak karya akan berakhir 2033, tapi peluang perpanjangan terbuka lebar.

Menimpali Hanif, Siti Khodijah selaku Superintended-Exploration Operation & Safety PT Agincourt Resource pun membuka bagaimana perjalanan perusahaan dalam menyeimbangkan operasional dan kelestarian lingkungan.

“Dengan cara mematuhi semua aspek keselamatan kerja dan lingkungan, PTAR berkomitmen untuk menegakkan standar melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan Sistem Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L),” kata Siti kepada kumparan pada Oktober 2025.

Selaras dengan komitmen itu, catatan Annual Report PTAR tahun 2024 menunjukkan produksi PT Agincourt Resources, dalam beberapa tahun terakhir meningkat. Sementara dari sisi bijih yang dibuang juga berkurang.

embed from external kumparan

Siti bercerita, pada tahun 2024, upaya pengembangan sumber daya difokuskan pada area Martabe, dengan target 3 Pit yang beroperasi.

“Kegiatan-kegiatan ini, terutama yang melibatkan program pengeboran, bertujuan untuk menambah dan mengkonversi sumber daya menjadi cadangan,” tutur Siti.

Pada tahun 2024, PT Agincourt Resources secara total melakukan pengeboran seluas 37.200 meter persegi. Per 30 Juni 2024, perusahaan memiliki sumber daya mineral sebesar 6,1 juta ounce emas dan 59 juta ounce perak.

embed from external kumparan

Hal ini menjadi catatan positif, apalagi secara keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan, PT Agincourt Resources, tak menunjukkan kinerja yang timpang.

“Dari perspektif pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, aktivitas PT Agincourt Resources Martabe Gold Mine sejak awal 2000-an hingga saat ini menunjukkan ketaatan terhadap pengelolaan lingkungan,” kata Menteri LH.

Eksplorasi untuk Perpanjangan Kontrak Karya

Untuk memperpanjang masa kontrak karya, PT Agincourt harus terus bereksplorasi. Eksplorasi adalah tahap awal yang krusial dalam industri pertambangan untuk mencari, mengidentifikasi, dan mengevaluasi potensi sumber daya mineral di suatu tempat.

Dengan perhitungan dan cakupan produksi, eksplorasi regional diperluas ke luar area pertambangan utama tapi masih dalam Kontrak Karya PT Agincourt Resources. Hal ini guna mengidentifikasi cadangan-cadangan baru.

Target daerah utama meliputi Gambir Kapur (prospek Gambir, Kapur dan Tani), Angkola Barat, dan prospek Golf Mike.

Kegiatan eksplorasi di wilayah-wilayah tersebut mencakup program pengeboran, pemetaan geologi, serta pengambilan sampel batuan dan tanah. Kegiatan eksplorasi untuk mengidentifikasi sumber daya dan cadangan tambahan terus dilakukan di area Martabe dan regional.

Agincourt Resources atau tambang martabe. Foto: agincourtresources.com

“Sedang berjalan untuk dievaluasi dan dibutuhkan tambahan data untuk eksplorasi tahap lanjutan. Eksplorasi tahap lanjutan pasti memakan waktu panjang (beberapa tahun dari data awal ke cadangan terbukti), pada tahap ‘cadangan terbukti’ sebagian besar area tersebut perlu evaluasi lebih lanjut sangat dibutuhkan,” kata Siti.

Bila sesuai dengan ekspektasi, pendekatan ke warga hingga pengeboran di Gambir Kapur, Angkola Barat, dan Golf Mike juga akan dimulai.

“Jika semua data diperoleh, izin dibereskan, dan survei serta pengeboran dilakukan dengan baik, kemungkinan besar beberapa dari prospek ini bisa menjadi tambahan cadangan yang signifikan bagi Martabe,” sambung Siti.

Soal perluasan wilayah eksplorasi ini, Menteri LH memberikan masukan bagi PT Agincourt Resources agar tetap berhati-hati. Termasuk mulai pertimbangan ekologis hingga sosial.

“Eksplorasi tambang di wilayah tersebut perlu berhati-hati, karena salah langkah di tahap awal bisa memicu kerusakan permanen pada sistem ekologis dan sosial,” jelas Faisol.

Green exploration agar eksplorasi di Tapanuli Selatan tetap selaras dengan keseimbangan alam,” sambung Faisol.

Lampu Hijau Kontrak Karya PTAR

Dengan luas Kontrak Karya PT Agincourt Resources yakni 130.252 hektare dan sepak terjangnya yang baik, Siti meyakini bahwa kontrak karya akan diperpanjang pada 8 tahun mendatang. Sejauh ini juga tercatat baru 635 hektare dari PT Agincourt Resources yang dioperasionalkan.

embed from external kumparan

“Mungkin, karena PT Agincourt Resoures memiliki kontrak karya yang cukup luas untuk terus bisa dieksplorasi. Saat ini, kontrak karya PT Agincourt Resources mencakup area Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal,” kata Siti saat ditanya peluang perpanjangan kontrak karya itu.

Di sisi lain, Faisol menuturkan perpanjangan kontrak karya akan dilakukan dengan pertimbangan sesuai peraturan di bidang ESDM.

"Perpanjangan Kontrak Karya atau peralihan menjadi bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, terutama peraturan di bidang ESDM," kata Faisol menambahkan.

"Dalam konteks perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, KLH memberikan pertimbangan terhadap evaluasi lingkungan yang berfokus pada tingkat kepatuhan lingkungan, efektivitas pengelolaan dampak, dan komitmen rehabilitasi pasca tambang," tegasnya.

Agincourt Resources atau tambang martabe. Foto: agincourtresources.com

Teknologi Modern, Contoh Pertambangan Keberlanjutan

Dalam proses penambangan, PT Agincourt Resources mengadopsi teknologi dari Australia dan Eropa. Penggunaan teknologi modern ini juga yang menjadi jalan dan peluang PT Agincourt Resources untuk terus bereksplorasi.

Ujungnya, eksplorasi yang sukses akan membawa PT Agincourt Resources mendapatkan perpanjangan kontrak karya.

“Adopsi teknologi dari Australia dan Eropa dan sangat ramah lingkungan. Kegiatan pemetaan geofisika dengan menggunakan teknologi MT (Magnetotelluric) dan LiDAR (Light Detection and Ranging) yang digunakan dalam kegiatan eksplorasi modern guna survei permukaan,”kata Siti.

MT merupakan metode geofisika yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik alami dari atmosfer dan magnetosfer bumi. Tujuannya memetakan struktur bawah permukaan hingga kedalaman.

MT juga mendeteksi konduktivitas listrik batuan untuk memahami jenis batuan, keberadaan air tanah, fluida panas bumi, atau mineral logam.

“Sementara untuk kegiatan LiDAR menggunakan laser (biasanya dari drone atau pesawat kecil) untuk mengukur jarak ke permukaan bumi,” sambungnya.

Teknologi ini memberikan hasil 3D dengan akurasi tinggi. Bahkan, bisa menembus vegetasi untuk melihat bentuk tanah di bawah hutan.

Selain itu, di PT Agincourt Resources, menerapkan teknologi Filtration Plant. Teknologi ini tidak hanya menunjukkan efisiensi operasional, tetapi juga terbukti memperkuat sistem manajemen tailing yang lebih aman dan berkelanjutan.

Slurry tailing yaitu campuran antara partikel halus hasil pengolahan bijih mineral dan air, umumnya disalurkan ke tempat penyimpanan melalui jaringan pipa.

Filtration Plant memisahkan air dari slurry tailing, menghasilkan tailing padat (tailing cake) yang kemudian disimpan di Tailing Management Facility (TMF) dan Alternative Tailing Facility (ATF), menggantikan metode sebelumnya yang menggunakan Tailing Storage Facility (TSF).

Teknologi yang dipakai PT Agincourt Resources tersebut pun diapresiasi penuh Kementerian Lingkungan Hidup. Sebab, dianggap telah memenuhi prinsip keberlanjutan.

“Dari aspek sosial dan lingkungan, PT Agincourt Resources menerapkan teknologi pengolahan tailings dewatering dan filtered tailings yang bertujuan untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah tambang,” kata Faisol.

Kata dia, perusahaan juga melaksanakan program rehabilitasi lahan dan revegetasi berkelanjutan.

“Melalui pembibitan tanaman lokal di fasilitas nursery sebagai bagian dari komitmen terhadap konservasi ekosistem sekitar tambang,” kata dia.

“Dengan penerapan prinsip good mining practice dan pengelolaan lingkungan yang konsisten, Tambang Martabe diharapkan dapat menjadi contoh praktik pertambangan berkelanjutan,” tegas Faisol.

Petugas PT Agincourt Resources mengambil air sampel air limbah yang di tempat instalasi pengolahan air di lokasi penambangan di Kabupaten Tapanuli Selatan, provinsi Sumatera Utara, Sabtu (18/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Bermanfaat Buat Masyarakat

Tak cuma diapresiasi oleh regulator, jejak PT Agincourt Resources juga harum bagi masyarakat sekitar, khususnya daerah Batang Toru. Sebab, perusahaan selalu berusaha dekat dengan masyarakat, baik dari penjajakan hingga pemeliharaan.

Kehadiran PT Agincourt Resources selalu memberi manfaat kepada warga sekitar. Jauh dari isu yang selama ini disorot terkait pertambangan.

“Kalau kita sadari di Batangtoru juga awalnya tidak begitu diterima (pertambangan emas), tapi setelah adanya PT Agincourt Resources ceritanya berbeda, mereka banyak memberi manfaat,” kata Camat Batangtoru, Maratinggi, kepada kumparan.

Warga bersama PT Agincourt Resources (PTAR), menginisiasi Aksi Bersih Lingkungan bersama ratusan masyarakat di tiga desa di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sabtu (18/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Maratinggi bercerita, pendekatan PT Agincourt Resources sangat mengena bagi masyarakat Batang Toru. Tak cuma diberi, tapi diberdayakan.

Sedari awal, sosialisasi terkait teknologi yang digunakan dalam proses pertambangan menggunakan bahasa sederhana. Masyarakat pun mudah memahami.

Misalnya, rutinitas menguji sampel dalam proses buangan limbah. PT Agincourt Resourcse juga selalu melibatkan masyarakat demi pertambangan yang selaras dengan alam.

“PTAR kan selalu tiap bulan ada pengambilan sampel air sisa buangan ke laboratorium dengan melibatkan perwakilan masyarakat dari sekitar tambang. Berarti kan di sini ada 15 desa kelurahan itu semua ada perwakilan untuk ambil,” tutur dia.

“Dan setiap 3 bulan juga melibatkan masyarakat terkait uji sampel air ke Jakarta, jadi masyarakat diinformasikan secara terbuka dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Petugas PT Agincourt Resources mengambil air sampel air limbah yang di tempat instalasi pengolahan air di lokasi penambangan di Kabupaten Tapanuli Selatan, provinsi Sumatera Utara, Sabtu (18/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sementara dari sisi ekonomi dan infrastruktur, juga berdampak. Misalnya, getolnya PT Agincourt Rersources dalam mengembangkan UMKM. Terbukti, kini UMKM di area Batang Toru menjamur dan membuat roda kehidupan.

“Termasuk pelaku-pelaku UMKM menjamur tumbuh dengan binaan binaan PTAR. Ekonomi berputar berkembang,” sambung Maratinggi.

Namun, baginya, program yang paling mengena adalah mobil sampah. Sebab, selama ini, salah satu masalah besar di Batang Toru adalah produksi sampah yang tak bisa diangkut karena tak ada mobil.

“Alhamdulillah pada 2025, PT Agincourt Resources mengiyakan dan membelikan mobil sampah tersebut dan diberikan pemda. Jadi hampir tiap hari mobil sampah bergerak mengambil sampah. Satu hal yang baru di Batang Toru," katanya.

“Itu kan hal yang sebenarnya sederhana tapi sangat membantu,” sambungnya.

Petugas PT Agincourt Resources mengecek angka kadar pH di lokasi instalasi pengolahan air di lokasi penambangan di Kabupaten Tapanuli Selatan, provinsi Sumatera Utara, Sabtu (18/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Lantas, bagaimana tanggapan Maratinggi soal rencana eksplorasi di 3 lokasi baru?

Baginya, sejauh ini yang dilakukan PT Agincourt Resources merupakan angin segar bagi Batang Toru. Sehingga ia yakin warga menerima.

“Kalau kita sadari di Batang Toru juga awalnya tidak begitu diterima (pertambangan emas), tapi setelah adanya PT Agincourt Resources ceritanya berbeda, mereka banyak memberi manfaat,” ujar Maratinggi.

“Sering juga disampaikan oleh PT Agincourt Resources keberadaannya tidak selamanya merusak lingkungan. Bahkan dari perusahaan juga peduli terhadap lingkungan,” kata dia.

Maratinggi pun beri bukti lain. Yakni komitmen PT Agincourt Resources berkolaborasi dengan pihak lain.

“Ini dibuktikan perusahaan dengan menggandeng NGO (non-governmental organization), membagi-bagikan bibit, baik buah dan yang tumbuhan keras,” jelasnya.

Dengan kelihaian PT Agincourt Resources ini, rasanya bukan hanya eksplorasi yang akan berjalan mulus. Masyarakat, regulator, hingga perusahaan bisa satu suara dan saling bersinergi untuk PT Agincourt Resources memperpanjang kontrak karya tak hanya sampai 2033.