Kumparan Logo

Merdeka Gold Mulai Pengeboran di Tambang Pani, Estimasi Emas 7 Juta Ounces

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Merdeka Copper Gold. Foto: Dok. PT Merdeka Copper Gold
zoom-in-whitePerbesar
PT Merdeka Copper Gold. Foto: Dok. PT Merdeka Copper Gold

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), memulai program pengeboran diamond deep sedalam 3.600 meter di Tambang Emas Pani.

Pengeboran di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi, tersebut berpotensi meningkatkan sumber daya mineral Pani yang saat ini mencapai 7,0 juta ounces emas.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, mengatakan seiring dimulainya produksi Tambang Emas Pani, perusahaan melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam melalui enam titik bor.

“Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (29/5).

Tambang Emas Pani saat ini memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas 0,75 g/t, setara dengan sekitar 7,0 juta ounces emas, yang menjadi dasar pengembangan tambang berskala jangka panjang.

Estimasi sumber daya mineral ini berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektar, yang merupakan bagian dari wilayah konsesi perusahaan seluas 14.670 hektare. Eksplorasi sebelumnya menunjukkan indikasi adanya mineralisasi di luar batas program pengeboran sebelumnya.

Proses Gold Pouring di Tambang Emas Pani. Foto: PT Merdeka Gold Resources Tbk

Program pengeboran diamond ini dirancang untuk mengevaluasi potensi memperluas basis sumber daya yang telah ada. Melalui program pengeboran terbaru ini, Pani akan menguji potensi kelanjutan mineralisasi emas pada area yang lebih dalam.

Tahap awal program mencakup enam lubang bor, dengan satu unit rig yang telah beroperasi dan rig kedua dijadwalkan mulai beroperasi bulan depan. Apabila hasil awal menunjukkan potensi positif, Perseroan berencana melanjutkan program pengeboran dengan skala yang lebih besar.

Sementara itu, di Kolokoa, perusahaan juga telah menyelesaikan program pengeboran awal yang sebelumnya telah diumumkan, dengan 54 lubang bor sedalam total 11.701,6 meter dalam waktu enam bulan, dan dengan biaya sekitar USD 2,4 juta.

Perseroan telah menetapkan target eksplorasi di Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3 g/t hingga 0,5 g/t, yang menunjukkan potensi tambahan sumber daya. Saat ini Perseroan tengah menyiapkan estimasi perdana sumber daya mineral yang ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026.

Selain itu, program eksplorasi yang lebih luas juga akan mencakup dimulainya kegiatan pengeboran di Lone Pine pada semester II 2026 serta survei geofisika melalui Mobile Magnetotelluric dan magnetik udara berbasis helikopter yang direncanakan berlangsung pada Juni atau Juli 2026.

instagram embed