Meski Cekungan Tua, Indonesia bagian Barat Masih Simpan Potensi Migas Jumbo
ยทwaktu baca 3 menit

Indonesia bagian Barat terkenal dengan sumber minyak dan gas bumi (migas) yang sudah tua alias mature. Wilayah Kerja (WK) atau blok migas yang memiliki sumur-sumur tua biasanya mengalami penurunan produksi secara alamiah (natural decline).
Namun ternyata, Kajian Tiga Fokus Cekungan di Indonesia Barat yang dirilis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan masih ada potensi cadangan migas raksasa di wilayah tersebut.
Penasehat Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, mengatakan tiga cekungan yang ternyata masih menyimpan potensi besar adalah Cekungan Sumatera Utara (North Sumatera), Cekungan Sumatera Selatan (South Sumatera), dan Cekungan Jawa Timur Laut (Northeast Java).
"Cekungan Indonesia bagian Barat, dalam hal ini diwakili oleh Cekungan Sumatera Utara, Cekungan Sumatera Selatan, dan Cekungan Jawa Timur Laut masih menarik untuk dieksplorasi, karena penemuan-penemuan baru mulai membuka kunci yang belum dieksplorasi di cekungan produktif," jelasnya saat IPA Convex ke-48, Kamis (16/5).
Nanang memaparkan rinciannya, pertama Cekungan Sumatera Utara menyimpan lebih dari 8 miliar barel setara minyak (BBOE) sumber hidrokarbon yang telah ditemukan. Namun potensi migas yang belum ditemukan lebih besar lagi, lebih dari 9 BBOE.
Sumur Timpan-1 dan Layaran-1 di Blok South Andaman pada penemuan formasi Bampo, kata dia, merupakan penemuan yang besar dan diperkirakan akan disusul oleh penemuan lain yang terletak di bagian utara Pase Low North, atau sub-cekungan Pase.
"Lebih dari 500 juta barel setara minyak yang dapat diperoleh kembali, namun masih belum dikembangkan. Permasalahan kandungan CO2 dan tekanan berlebih masih menjadi tantangan untuk membuka potensi hidrokarbon di kawasan ini," jelas Nanang.
Kemudian Cekungan Sumatera Selatan, terdapat lebih dari 18,7 BBOE sumber daya yang telah ditemukan dari lebih dari 350 penemuan kegiatan eksplorasi, serta 11,4 BBOE sumber daya teridentifikasi namun belum ditemukan.
"Terdapat 360 juta barel setara minyak sumber daya yang dapat diperoleh kembali, terdiri dari 50 penemuan eksplorasi yang masih belum dikembangkan, di cekungan ini kita masih mempunyai tantangan kandungan CO2 yang tinggi," tutur Nanang.
Terakhir Cekungan Jawa Timur Laut, dia menyebutkan ada lebih dari 10,3 BBOE sumber daya yang telah ditemukan. Sumber daya tersebut juga masih dianggap sebagai wilayah yang belum dieksplorasi.
Pada Cekungan Jawa Timur Laut, dia menjelaskan penemuan sumur eksplorasi Hidayah-1 dan Kolibri-1 akan membuka potensi batuan Paleogen sebagai target eksplorasi yang menarik, serta terdapat sub-cekungan yang baru teridentifikasi, yakni Pagerungan.
Sementara itu, Nanang mengungkapkan masih terdapat 9,9 BBOE yang belum ditemukan di Cekungan Jawa Timur Laut. Sama seperti dua cekungan sebelumnya, kandungan CO2 yang tinggi menghambat eksplorasi cekungan tersebut.
"Kandungan CO2 dan zona tekanan berlebih masih menjadi tantangan untuk mengeksplorasi dan menemukan potensi hidrokarbon baru," kata Nanang.
