Kumparan Logo

Meski Ekonomi ASEAN Melambat, RI Diprediksi Tetap Melaju di 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peta Asia Tenggara. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Peta Asia Tenggara. (Foto: Wikimedia Commons)

The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) memprediksi pertumbuhan ekonomi di seluruh negara di Asia Tenggara akan mengalami penurunan ringan namun meluas, kecuali Indonesia.

ICAEW Economic Advisor & Oxford Economics Lead Asia Economist, Sian Fenner, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 akan naik menjadi 5,3%, di tahun ini ICAEW memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,1%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap akan meningkat meski pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara ada penurunan ringan," paparnya di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Senin (18/12).

Berdasarkan riset ICAEW dalam laporan Economic Insight: South-East Asia, secara keseluruhan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk 2018 bagi Asia Tenggara diprediksi akan menurun menjadi 4,7%, dari sebelumnya pada tahun ini 5%.

Sian menjelaskan, penurunan pertumbuhan PDB Asia Tenggara salah satunya disebabkan menurunnya permintaan impor oleh China. Pun penurunan pertumbuhan PDB itu, menurut dia, juga akibat ketatnya kebijakan moneter domestik.

"Permintaan impor oleh China yang berkurang merupakan tanda-tanda awal melambatnya momentum perdagangan, dampaknya pada penurunan perdagangan dunia menuju 2018," jelasnya.

Dia mengatakan, salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 adalah kepercayaan investor pada Indonesia. Sebab pada awal tahun ini, peringkat kredit Indonesia ditingkatkan oleh Moody’s dari positif menjadi stabil, dan S&P dari semula BB+ menjadi BBB-.

"Perkembangan ini seharusnya dapat memicu arus masuk investasi dengan pertumbuhan investasi yang sudah melonjak hingga 5,4% di kuartal II-2017, di kuartal I-2017 hanya 4,8%. Angka di atas 5% ini adalah pertama kalinya dalam 6 kuartal terakhir," tutup Sian.