Meski Harga BBM Naik, Sri Mulyani Masih Harus 'Nombok' Subsidi Energi Rp 147 T

6 September 2022 20:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah telah menaikkan harga BBM subsidi. Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bendahara negara ini masih harus 'nombok' anggaran subsidi energi tahun ini menggunakan APBN di 2023.
ADVERTISEMENT
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu memproyeksi, anggaran subsidi dan kompensasi energi hingga akhir tahun ini mencapai Rp 650 triliun. Namun menurutnya, angka ini mengecil dari proyeksi sebelumnya jika harga BBM subsidi tidak naik, yakni bisa mencapai Rp 698 triliun.
Adapun dalam APBN 2022, pemerintah hanya memberikan pagu anggaran subsidi energi dan kompensasi energi sebesar Rp 502,4 triliun. Sehingga, pemerintah harus nombok Rp 147,6 triliun. Anggaran ini akan diambil dari belanja subsidi energi di tahun depan.
"Ada Rp 502 triliun yang tadinya sudah dianggarkan, lalu kemungkinan subsidi dan kompensasi ini tadinya akan membesar menjadi Rp 698 triliun, lalu dengan penyesuaian harga Pertalite dan Solar ini angka Rp 698 itu akan mengecil menjadi Rp 650 triliun," kata Febrio pada forum FMB9ID IKP, Selasa (6/9).
ADVERTISEMENT
"Jadi memang akan ada kebutuhan tambahan untuk subsidi dan kompensasi yang ini nanti akan kita carikan caranya untuk APBN tahun berikut berikutnya," sambungnya.
Namun menurut Febrio, untuk menahan kenaikan harga BBM pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 24,17 triliun untuk bantuan sosial (bansos). Febrio memastikan alokasi tersebut tidak akan terlalu mengubah postur APBN tahun 2022. "Kita akan cukup bisa tetap menjaga defisitnya berada di 3,92 persen," kata dia.
Dia optimistis, dalam kondisi saat ini pemerintah bisa menangani dan mengelola APBN bersama-sama dengan gotong royong dari semua pihak, serta juga semakin berkeadilan.
"Program subsidi dan kompensasi kita ini adalah langkah strategis yang sangat baik. Pertama, kita bisa lakukan bersama-sama bagaimana supaya subsidi dan kompensasi energi ini semakin tepat sasaran," pungkasnya.
ADVERTISEMENT