Kumparan Logo

Meski Tabungnya Impor, Pemerintah Pastikan Pasokan CNG dari Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan bahan baku gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dipenuhi dari dalam negeri meski tabungnya harus impor. Rencananya 100 ribu tabung itu akan dikirim dari China.

"Itu justru gas yang berasal dari dalam negeri bisa kita manfaatkan lebih maksimal untuk substitusi bagi LPG," katanya di DPR, Jakarta, Senin (25/5).

Untuk teknis pengimpor tabung CNG dari China, Yuliot menyebut masih dibahas secara teknis oleh Dirjen Migas. Katanya pemerintah sudah membangun jaringan gas (jargas) juga yang bisa mendukung penyaluran gas alam dalam negeri lebih luas lagi.

“Kemudian ini gas yang ada di dalam negeri, ini pipa transmisinya kita udah bangun, Jargas-nya kita bangun," katanya.

Sejauh ini, pemerintah masih menyiapkan skema bisnis penjualan CNG tabung 3 kg yang digadang-gadang menjadi pengganti LPG bersubsidi. Laode menyebutkan CNG bisa menghemat anggaran negara hingga 30-40 persen.

Salah satu cara untuk menekan subsidi energi ini yaitu dengan menyewakan tabungnya, sehingga tidak masuk dalam komponen harga jual kepada masyarakat. Artinya, tabung CNG 3 kg ini menggunakan skema isi ulang.

"Skemanya nanti masyarakat tidak beli tabung. Tabung milik supplier gasnya. Skema yang sedang dibuat sekarang, masyarakat tidak diharuskan beli tabung," kata Laode.

Adapun pengujian CNG tabung 3 kg ini dilakukan dalam 3 bulan ke depan. Setelah aspek keamanan sudah terjamin, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menerbitkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Setelah aspek safety-nya sudah kita peroleh, sudah aman, sudah bisa kita kendalikan, kita sudah bisa menerbitkan SNI, baru kita lakukan pilot project-nya," kata Laode.

instagram embed