Minyak Goreng Masih Mahal di Pasar Tradisional

16 November 2021 12:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang pedagang di pasar tradisional Desa Menganti Kabupaten Gresik, Selasa (16/11/2021).
 Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pedagang di pasar tradisional Desa Menganti Kabupaten Gresik, Selasa (16/11/2021). Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Menjelang Natal dan tahun baru, sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Desa Menganti Kabupaten Gresik mulai merangkak naik, seperti minyak goreng, tepung, dan beras.
ADVERTISEMENT
Minyak goreng curah yang biasanya dijual dengan harga Rp 12.000 per liter menjadi Rp 19.000 per liter, tepung yang sebelumnya dijual Rp 8.000 per kg menjadi Rp 8.500 per kg, dan beras yang mulanya Rp 10.000 per kg menjadi Rp 11.000 per kg.
“Paling banyak mengalami kenaikan itu minyak goreng, naiknya sekitar Rp 7.000 sampai Rp 8.000. Untuk tepung dan beras juga mulai naik, tapi sedikit, sekitar Rp 500 saja,” jelas Wanda pedagang sembako di Pasar Tradisional Desa Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (16/11).
Harga kebutuhan pokok yang beredar di Pasar Menganti Gresik selain minyak goreng masih relatif stabil. Daging ayam relatif tetap Rp 32.000 per kg, daging sapi Rp 105.000 per kg, udang Rp 50.000 – Rp 60.000 per kg, cabai rawit Rp 15.000 per kg, dan cabai merah Rp 28.000 per kg. Komoditi yang harganya justru turun adalah bawang merah dan bawang putih.
Seorang pedagang di pasar tradisional Desa Menganti Kabupaten Gresik, Selasa (16/11/2021). Foto: kumparan
“Kalau musim hujan seperti ini produksi bawang lagi jelek, pedagang harus menjemurnya dulu, otomatis rusak dan menyusut. Bawang merah turun jadi Rp 10.000 per kg dari Rp 18.000, kalau bawang putih sekarang turun jadi Rp 22.000 per kg dari Rp 26.000 per kg,” lanjut Wanda.
ADVERTISEMENT
Samsul Badri (36) pedagang sembako mengatakan bahwa harga pangan mulai naik drastis sejak awal pandemi sampai sekarang, terutama minyak goreng. Bahkan, lanjutnya, harga minyak curah sekarang tembus Rp 18.000 per kg.
Ia mengaku, beberapa konsumen juga ada yang menanyakan minyak goreng yang dijual Rp 14.000 per liter. Padahal, minyak goreng seharga Rp 14.000 per liter ini memang tak ditujukan untuk pasar tradiosonal, melainkan di ritel.
“Sampai sekarang belum beredar di pasaran minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter. Banyak masyarakat sudah mendengar berita tentang minyak goreng murah, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” jelas Badri.
Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Nasional (PIHP), per tanggal 15 November 2021 komoditi yang mengalami kenaikan harga rata-rata per adalah cabai rawit hijau, cabai rawit merah, minyak goreng kemasan, dan minyak goreng curah. Lalu komoditi yang mengalami penurunan harga rata-rata adalah bawang merah ukuran sedang dan bawang putih ukuran sedang.
ADVERTISEMENT
Reporter: Akbar Maulana