Minyak Mentah Dunia Melejit, Harga BBM Subsidi Ikut Terkerek?

Harga minyak mentah global kembali menyentuh di atas USD 100 per barel. Pada penutupan Kamis (10/9), harga minyak mentah Brent berjangka ditutup menjadi USD 107,63 per barel dan minyak mentah AS menjadi USD 102,48 per barel.
Lantas, dengan kenaikan harga minyak dunia itu apakah berdampak ke kenaikan harga BBM subsidi di Indonesia?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kendati harga minyak mentah global kembali melesat pada Agustus 2026, harga BBM subsidi tidak akan ikut terkerek.
“Khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu. Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9).
Bahlil menjelaskan fluktuasi harga minyak dunia memang bukanlah hal yang mudah diatasi. Meski begitu, ia memastikan pemerintah memprioritaskan tetap menjaga harga BBM subsidi, salah satunya dengan menambahkan anggaran subsidi.
“Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan menambah anggaran subsidi, saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan,” ujar Bahlil.
Bahlil juga menjelaskan bahwa sampai akhir tahun sebenarnya harga BBM subsidi masih aman. Menurutnya, rata-rata harga minyak mentah Indonesia sampai September masih ada pada kisaran USD 85 sampai 90 per barel.
Sementara harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Agustus 2026 naik ke level USD 89,43 per barel, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia sepanjang Agustus 2026 karena faktor geopolitik.
“Sekalipun sekarang sudah menjadi USD 106 sampai 108 per barrel (minyak dunia) tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar USD 85 sampai USD 90. Jadi masih overall masih oke,” tegas Bahlil.
