Kumparan Logo

MinyaKita Kedapatan Ditimbun Lagi, Kali Ini di Medan Sebanyak 75 Ton

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgas Pangan saat sidak di gudang distributor Minyak Kita di Kota Medan. Foto: KPPU Medan
zoom-in-whitePerbesar
Satgas Pangan saat sidak di gudang distributor Minyak Kita di Kota Medan. Foto: KPPU Medan

7.000 kardus atau 75 ton minyak goreng merek MinyaKita kembali ditemukan ditimbun. Kali ini merupakan temuan Tim Satgas Pangan Sumatera Utara yang melakukan sidak ke distributor di gudang PT YAN, Kota Medan.

“Sebanyak 75 ton minyak goreng tersebut diproduksi sejak November 2022, namun hingga Februari 2023 belum diedarkan kepada masyarakat,” ujar Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Sumut Naslindo Sirait dalam keterangannya, Selasa (14/2).

Kata Naslindo merek MinyaKita adalah minyak goreng yang disubsidi pemerintah. Tidak beredarnya minyak goreng tersebut, diduga menyebabkan kelangkaan minyak goreng di Sumut belakangan ini.

Ini kemudian ditengarai menyebabkan naiknya inflasi di Sumut. "Situasi Februari kita inflasi akibat minyak goreng, itu baru satu produsen atau distributor, kebutuhan minyak goreng kita 13 ribu ton," ungkap Naslindo.

Satgas Pangan saat sidak di gudang distributor Minyak Kita di Kota Medan. Foto: KPPU Medan

Pihaknya bersama Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) akan menindaklanjuti temuan tersebut. Bila terbukti ada penimbunan, akan dilanjutkan ke proses hukum.

"Harusnya sanksi ya, supaya law enforcement, itu penting menurut kita, harus dilakukan penindakan hukum, supaya ada kepastian hukum," kata Naslindo.

Naslindo memastikan, pihaknya akan terus mengawasi peredaran minyak goreng. Saat ini ada sekitar 16 produsen dan 30 distributor minyak goreng di Sumut yang mereka awasi.

Stok minyak di gudang distributor Minyak Kita di Kota Medan. Foto: KPPU Medan

"Kita harus memastikan minyak goreng itu terdistribusikan ke masyarakat, kami akan menindak sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan penyimpangan," ujarnya Naslindo.

Dia juga mengimbau kepada para distributor atau produsen minyak goreng untuk tidak menyalahi aturan.

"Jangan ada upaya menahan demi keuntungan sesaat sehingga masyarakat tidak bisa mendapatkan minyak goreng subsidi, ini tidak boleh terjadi di Sumut karena kita lumbung minyak goreng," katanya.

Sidak ke Gudang Marunda, Zulhas Temukan 500 Ton MinyaKita

embed from external kumparan

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menemukan 500 ton MinyaKita saat sidak ke gudang penyimpanan minyak milik PT Bina Karya Prima (BKP) di Marunda.

"Ini kita temukan ada 555 ribu liter atau 500 ton MinyaKita belum dikirim oleh perusahaan BKP ini dengan dasar mereka katanya belum dapet DMO (domestic market obligation)," kata Zulhas di Marunda, Selasa (7/2).

Zulhas menjelaskan, 500 ton MinyaKita tersebut merupakan hasil produksi BKP di Desember 2022. Lebih lanjut, dia meminta tim satgas untuk segera mendistribusikan minyak tersebut memenuhi pasar tradisional di Pulau Jawa.