kumparan
search-gray
Bisnis2 Agustus 2020 13:21

Mirip Masker, Harga Sepeda Lipat Melambung dan Langka

Konten Redaksi kumparan
Mirip Masker, Harga Sepeda Lipat Melambung dan Langka (135225)
Masyarakat bersepeda di kawasa Bundaran HI. Foto: AFP/ADEK BERRY
Ketika awal virus corona masuk ke Indonesia, masker menjadi salah satu barang yang paling diburu masyarakat. Tak heran, stok menjadi terbatas dan membuat harganya melambung tinggi.
ADVERTISEMENT
Seiring berjalannya waktu, produksi masker di dalam negeri mulai tercukupi dan harganya mulai normal kembali. Masker tidak lagi menjadi barang langka dan mahal.
Namun, kali ini yang langka dan harganya melambung adalah sepeda lipat. Memang, seiring dengan mulai diperbolehkannya beraktivitas di luar rumah dan memasuki masa new normal, masyarakat banyak yang memilih bersepeda.
“Semua sepeda, terutama lipat ini memang mengalami lonjakan permintaan sejak Lebaran kemarin. Tapi mungkin tidak dibarengi sama kapasitas produksi, jadi memang susah stoknya. Harganya pun naik tajam,” kata Akbar, seorang pebisnis Toko Sepedaria saat dihubungi kumparan, Minggu (2/8).
Sparepart juga gitu, mungkin karena banyak yang ingin memoles sepeda mereka jadi baru, karena harga sepeda baru mahal. Nah, sekarang harga sepeda sama sparepart terus ganti-ganti, semakin naik,” tambahnya.
Mirip Masker, Harga Sepeda Lipat Melambung dan Langka (135226)
Ilustrasi sepeda lipat Foto: Shutter Stock
Apabila melihat di web penjual sepeda seperti Rodalink, Decathlon, sampai Pacific Bike memang stoknya tidak terlalu banyak, bahkan stok habis untuk sepeda lipat. Sementara itu stok di platform jual beli online seperti bukalapak, olx, sampai shopee, stok sepeda lipat tak banyak, namun dijual dengan harga yang mahal.
ADVERTISEMENT
Akbar menjelaskan kenaikan harga di tempatnya bisa mencapai 20 sampai 50 persen bergantung jenis sepeda. Ia mengakui kondisi ini juga banyak membuat masyarakat memilih mencari sepeda second atau bekas. Meski begitu, Akbar mengungkapkan harga sepeda bekas juga bisa melambung tinggi.
“Kalau harga di toko pasti mengikuti kenaikan dong, kalau enggak bisa tekor buat belanja barang lagi. Pasti ada kenaikan (sepeda second), mengikuti jumlah permintaan, sementara stok susah. Tapi kalau sepeda bekas kan dilihat juga dari kondisinya,” ungkap Akbar.
Sementara itu, Aldo, seorang pesepeda di komunitas Genjot Bike, mengungkapkan sudah mulai membeli sepeda lipat dari sebelum virus corona menyerang. Ia mengatakan kenaikan harganya sejauh ini bisa mencapai Rp 2 sampai 3 juta per unit.
ADVERTISEMENT
“Kalau sepeda second memang ada kenaikan tapi tidak sesignifikan sepeda baru. Kalau itu mungkin sepedanya second nya barang langka biasanya bisa mahal,” terang Aldo.
Aldo tidak menampik saat ini peminat sepeda sedang meningkat. Hal itu berdampak pada pabrikan sepeda sampai mengundi siapa orang yang berhak membeli sepeda karena stoknya terbatas. Menurutnya saat ini merek sepeda yang digandrungi adalah Element Bike hingga Dahon.
“Bahkan sampai pabrikan kewalahan produksi. Temen mau beli karena banyak yang minat akhirnya si penjual mengundi siapa yang dapet. Tapi emang harga dia normal. Makanya sampai diundi. Kan lucu mau beli sepeda punya uangnya tapi harus diundi,” tutur Aldo.
Stok sepeda lipat saat ini memang terbatas karena peminatnya yang melonjak di tengah pandemi COVID-19. Lonjakan pembeli tersebut membuat salah satu produsen Element Bike meningkatkan produksi sampai 200 persen di bulan Juli 2020.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white