Modal Asing Kabur Rp 2,98 T dari Pasar Keuangan Domestik Sepekan
·waktu baca 2 menit

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 2,98 triliun di pekan keempat Agustus 2022 hingga 1 September 2022.
Dalam laporan BI, Sabtu (3/9), modal asing yang kabur tersebut tercatat di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 4,49 triliun. Sementara di pasar saham masih mencatatkan aliran masuk Rp 1,50 triliun.
"Berdasarkan data setelmen sampai dengan 1 September 2022, non residen jual neto (keluar) Rp 131,96 triliun di pasar SBN dan beli neto (masuk) Rp 66,06 triliun di pasar saham," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun naik ke 122,12 basis poin (bps) per 1 September 2022, dari sebelumnya 26 Agustus 2022 sebesar 107,21 bps.
Sementara itu, imbal hasil atau yield SBN tenor sepuluh tahun naik ke level 7,14 persen pada Jumat (2/9), dari hari sebelumnya 7,12 persen. Yield SBN ini dinilai masih kompetitif dibandingkan dengan yield US Treasury dengan tenor sepuluh tahun di level 3,253 persen.
Sementara itu, rupiah berada di level Rp 14.890 per dolar AS pada Jumat (2/9), melemah dibandingkan sehari sebelumnya Rp 14.880 per dolar AS. Indeks dolar AS menguat ke level 109,6.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," tambah Erwin.
