Modal Rp 500 Ribu, UMKM Madu di Malang Ini Bisa Raup Omzet Rp 45 Juta per Bulan
ยทwaktu baca 2 menit

Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor ekonomi, UMKM menjadi salah satu yang terdampak. Namun ada cerita menarik dari UMKM Sarang Maduku.
UMKM yang berlokasi di Malang Jawa Timur ini selama pandemi justru mengalami peningkatan permintaan. Karena selama pandemi banyak masyarakat yang mengonsumsi madu.
"Modal awal Rp 500 ribu tahun 2019, saya hanya kulakan 10 sarang madu yang bisa langsung dimakan. Dari situ untung Rp 200 ribu lalu saya belikan lagi. Terus begitu sampai berkembang hingga sekarang," Kata owner Sarang Maduku, Andoni Pridatama saat ditemui di Malang, Selasa (12/4).
Doni bercerita awal mula membuka bisnisnya di tahun 2019 lalu untung yang dia dapat hanya Rp 9 juta. Namun kini dia mengaku omzetnya naik 500 persen. Jika dihitung, dalam sebulan UMKM Sarang Maduku bisa meraup omzet rata-rata Rp 45 juta.
Peningkatan penjualan Sarang Maduku tak lepas dari peran e-commerce. Doni mengaku sejak bergabung dengan Shopee penjualannya kian meningkat. Kini 90 persen penjualan madunya melalui platform e-commerce tersebut.
"Saya memanfaatkan fitur-fitur Shopee untuk menaikkan traffic dan sekarang punya 20 cabang dan 60 reseller di seluruh Indonesia," kata dia.
Untuk penjualan, produk Sarang Maduku sudah hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Permintaan paling banyak masih dominan dari pulau Jawa. Untuk ekspor, Doni mengatakan pihaknya masih mempersiapkan dan rencananya tahun ini produknya bisa tembus ke luar negeri.
"Di Shopee ada Shopee ekspor, kita sudah daftar, kita sudah lengkapi legalitas. Semoga tahun ini setelah lebaran bisa eksekusi," ujarnya.
Saat ini Sarang Maduku memiliki 7 mitra peternak madu lokal. Ada 3 dari Jawa Timur dan 4 dari Jawa Tengah. Dalam sebulan, Sarang Maduku bisa menyerap 2-3 ton madu dari mitra-mitra tersebut. Sebelum sebesar sekarang, Doni mengatakan dalam sebulan dulunya hanya bisa menyerap 25 kg madu saja.
Madu yang dijual di Sarang Maduku kini terdapat 30 varian. Harganya dibanderol mulai dari Rp 24 ribu hingga Rp 240 ribu dengan beragam ukuran kemasan. Dalam satu hari rata-rata Sarang Maduku melayani 200 pengiriman.
"Yang kami jual adalah madu raw honey, madu tanpa proses pemanasan apa pun yang disaring kurang lebih 3 kali penyaringan lalu dikemas dengan proses quality control. Di sana pengemasan sudah higienis," pungkas dia.
