Kumparan Logo

MoU Diteken, Kemendag Ingin Perdagangan RI dengan Mesir Makin Besar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono. Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono. Foto: Akbar Maulana/kumparan

Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Joint Trade Commitee (JTC) dengan Mesir untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antar kedua negara.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, mengatakan melalui perjanjian tersebut, perdagangan Indonesia ke Mesir bisa semakin besar. Tercatat, total perdagangan Indonesia-Mesir selama 2022 mencapai USD 1,57 miliar.

"Kita menikmati surplus yang cukup besar USD 1,1 miliar dan kita berharap ke depan potensi-potensi ini bisa digali lebih dalam, lebih luas, dan juga dimanfaatkan oleh pelaku usaha," kata Djatmiko saat konferensi pers secara daring, Senin (22/5).

Djatmiko menjelaskan, dalam perjanjian kerja sama tersebut Pemerintah Indonesia dengan Mesir sepakat untuk membuat suatu forum perdagangan antara kedua negara untuk membahas persoalan terkait perdagangan.

"Forum ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan, selambat-lambatnya awal tahun depan," ujar Djatmiko..

Kemendag berharap forum tersebut juga bisa membuka peluang-peluang kerja sama perdagangan lainnya seperti Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) atau Comperhensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Mesir.

Suasana di Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola PT Pelindo II, saat crane membongkar muat peti kemas dari kapal-kapal kargo. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Selain membuat forum perdagangan, MoU tersebut juga menyepakati kerja sama promosi perdagangan, pertukaran informasi perdagangan yang dibutuhkan baik oleh Indonesia maupun Mesir, serta dukungan untuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

"Jika dibutuhkan kerja sama lain yang belum teridentifikasi namun kemudian hari dirasakan butuh, kita menggunakan forum JTC ini untuk membahas hal itu," pungkasnya.

Adapun MoU JTC Indonesia-Mesir ini ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Minggu (14/5) lalu di Kairo, Mesir. Dalam forum tersebut, Mendag menyebut, Indonesia dan Mesir memiliki banyak peluang untuk meningkatkan dan mempererat hubungan perdagangan melalui kerja sama dan kolaborasi, terutama di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.

“Mesir adalah negara pertama di jazirah Arab yang mengakui kedaulatan Indonesia dan selama 7 dekade menjadi salah satu mitra penting dalam hubungan dagang Indonesia,” ungkap Zulhas.

Perdagangan RI-Mesir Ditarget Melesat USD 3 Miliar

Tercatat, total perdagangan Indonesia-Mesir selama tahun 2022 mencapai USD 1,57 miliar. Kemudian pada periode Januari–Maret 2023 telah mencapai USD 432,8 juta. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tren perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif 11,21 persen.

Dengan tren perdagangan itu diharapkan dalam 5 tahun mendatang total perdagangan Indonesia-Mesir bisa mencapai USD 3 miliar.

Mesir memiliki prospek besar bagi pelaku usaha Indonesia karena merupakan hub perdagangan menuju negara-negara di sekitarnya. Keberadaan jalur perdagangan Terusan Suez juga berperan menjadikan Mesir sebagai gerbang menuju negara-negara lain di kawasan Teluk, Afrika, dan Timur Tengah.

Potensi peningkatan ekspor Indonesia ke Mesir terutama untuk produk kayu lapis, alumina, sparepart sepeda motor, glycerol, produk kimia, dan lada. Sedangkan, ekspor Mesir ke Indonesia masih memiliki potensi untuk produk antara lain: aluminium phospat, emas, anggur segar, jeruk segar, dan kacang tanah.