kumparan
search-gray
Bisnis5 Agustus 2019 10:46

MRT Jakarta Buka Opsi Minta Kompensasi ke PLN

Konten Redaksi kumparan
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah. Foto: Danita/kumparan
PT MRT Jakarta meminta kejadian padamnya listrik yang membuat kereta berhenti bisa dijadikan bahan evaluasi. Head of Corporate Communication & Management PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menyayangkan peristiwa yang terjadi Minggu (4/8) kemarin.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, ia akan meminta tanggungjawab dari PT PLN mengenai padamnya listrik tersebut.
“Harusnya gitu (ada cadangan), makanya ini jadi bahan koreksi. Sebetulnya listrik yang kita pakai berbeda seperti halnya listriknya operator kereta lain. Kita kontraknya premium silver, beda kontraknya, bayarnya mahal juga kita dan itu ada konsekuensinya,” kata Pratomo kepada kumparan, Senin, (5/8).
“Nanti kita akan komunikasikan dengan PLN apa konsekuensinya ini berdasarkan kontrak yang telah disepakati,” tambahnya.
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah. Foto: Dok. MRT
Hanya saja, Pratomo belum bisa membeberkan apa saja konsekuensi yang dimaksud. Pratomo mengakui MRT Jakarta memang belum mempunyai cadangan listrik yang bisa digunakan untuk menjalankan kereta saat pasokan listrik PLN terhenti.
Ia menjelaskan diperlukan suplai daya listrik sampai 60 MVA untuk menjalankan kereta. Sehingga Pratomo mengungkapkan, saat kejadian padamnya listrik, pihak MRT Jakarta hanya bisa menggunakan genset untuk di area stasiun saja.
ADVERTISEMENT
“Makanya masih kita pakainya genset ketika kalau dilihat pas darurat lampu-lampu di stasiun masih nyala tuh emergency. Nah itu yang pakai genset. Kalau untuk ngidupin kereta enggak cukup gensetnya, belum punya kita,” ujar Pratomo.
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah
Pintu depan MRT yang dibuka untuk mengevakuasi penumpang yang terjebak. Foto: Dok. MRT
Lebih lanjut, Pratomo menganggap cadangan titik pasokan listrik MRT dari dua gardu induk PLN yang berbeda, yaitu dari GI PLN Pondok Indah dan GI PLN CSW bisa membuat kereta tetap berjalan kalau ada masalah. Ia merasa heran PLN mengalami permasalahan itu.
“Itu kalau salah satu gagal (Gardu Induk), salah satu bisa menggantikan 100 persen kalau salah satu gagal itu. Makanya ini hampir kapan terakhir kejadian begini. Makanya ini kejadian luar biasa gitu. Memang benar-benar di luar estimasi, di luar perencanaan,” tutur Pratomo.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white