MRT Teken Perjanjian dengan Perusahaan Jepang Tambah 8 Trainset untuk Fase 2A
·waktu baca 2 menit

PT MRT Jakarta (Perseroda) teken Contract Agreement untuk Paket Kontrak CP206: Perancangan, Pabrikasi, dan Pengiriman Sarana MRT Jakarta Fase 2A, yang dilakukan bersama Sumitomo Corporation.
Kontrak tersebut di antaranya menambah pembelian 8 trainset baru dari perusahaan asal Jepang guna menunjang kebutuhan pengembangan MRT Jakarta fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota.
Adapun kontrak ditandatangani Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina dan perwakilan Sumitomo Corporation Takeshi Noguchi. Proses penandatanganan disaksikan langsung Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengungkapkan dalam pelaksanaan paket kontrak ini, Sumitomo Corporation akan bekerja sama dengan Nippon Sharyo untuk melakukan proses perancangan dan pembuatan rangkaian kereta dengan jangka waktu pekerjaan selama 238 minggu.
Menurut dia, pengadaan sarana menjadi bagian penting dalam memastikan integrasi antara infrastruktur, sistem, dan operasi berjalan selaras.
“Kereta MRT Jakarta atau ratangga, merupakan salah satu pionir dalam industri perkeretaapian modern perkotaan di Indonesia. Dilengkapi dengan fitur- fitur yang mumpuni, masyarakat mendapatkan pengalaman baik di perjalanan bersama ratangga,” kata Weni dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (24/10).
Sementara itu, perwakilan Sumitomo Corporation, Tsuyoshi Nakamura, menilai kerja sama ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur, melainkan juga menjadi simbol persahabatan dan kolaborasi antara Indonesia dan Jepang.
“Bersama mitra kami, Nippon Sharyo, kami berkomitmen menghadirkan sarana perkeretaapian dengan standar tinggi guna mendukung MRT Jakarta dalam membangun sistem transportasi yang menghubungkan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan perkotaan,” ujar Tsuyoshi.
Lebih Lanjut, Weni menjelaskan hingga 25 September 2025, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 53,32 persen.
“Pelaksanaan CP206 akan melengkapi kesiapan sistem secara keseluruhan, memastikan MRT Jakarta Fase 2A beroperasi sesuai jadwal dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan keandalan tinggi,” jelas Weni.
Reporter: Nur Pangesti
