Kumparan Logo

Mulai Juni, Kecepatan Kereta Api di Yogyakarta Naik hingga 120 Km per Jam

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bengkel pusat kereta api di Yogyakarta Foto: Dok. Humas Kawisata
zoom-in-whitePerbesar
Bengkel pusat kereta api di Yogyakarta Foto: Dok. Humas Kawisata

Kecepatan kereta api di berbagai lintasan di wilayah Daop 6 Yogyakarta akan meningkat mulai 1 Juni 2023. Peningkatan kecepatan ini seiring diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023.

“Beberapa relasi yang terdapat peningkatan kecepatan di Daop 6 Yogyakarta adalah relasi Kedungbanteng-Solo Jebres sebelumnya dilewati dengan kecepatan 105 kpj (kilometer per jam), pada Gapeka 2023 ini dilewati dengan kecepatan 120 kpj," kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Franoto Wibowo, Selasa (30/5).

Kereta Solo Balapan-Lempuyangan juga mengalami peningkatan kecepatan dari 105 kpj menjadi 115 kpj. "Dan Yogyakarta-Kutoarjo sebelumnya kecepatan 105 kpj menjadi 120 kpj. Peningkatan kecepatan dilakukan baik di jalur hulu maupun hilir," jelasnya.

Masyarakat yang berada di sekitar jalur diminta hati-hati dan waspada. Termasuk untuk tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api. Tak hanya melanggar tapi membahayakan keselamatan.

"Larangan ini sangat penting untuk dipatuhi masyarakat karena memang sudah beberapa kali terjadi kecelakaan," jelasnya.

embed from external kumparan

13 Kasus Kereta Api Tertemper

Fran menjelaskan, dari Januari hingga Mei ini ada 13 kasus kereta api tertemper orang. 11 orang meninggal dunia dan 2 orang luka berat.

"Daop 6 Yogyakarta secara rutin telah melakukan sosialisasi ke masyarakat dan berkoordinasi dengan kewilayahan setempat terkait bahaya beraktivitas di jalur KA," jelasnya.

Pengamanan juga dilakukan dengan patroli petugas serta menempatkan petugas jaga di titik-titik rawan.

“Mari turut berpartisipasi untuk menciptakan keselamatan bersama dan kelancaran perjalanan kereta api. Jangan segan untuk memberikan teguran jika melihat ada orang yang bermain atau beraktivitas lainnya di jalur KA," tutupnya.