Mulai Populer di Jakarta, Skuter Listrik Dibatasi di Singapura

Skuter listrik mulai populer digunakan di Jakarta, termasuk yang ditawarkan Grab dengan merek layanan Grabwheels. Berbeda dengan di Jakarta, pemerintah Singapura membatasi penggunaan skuter listrik di trotoar jalan besar.
Dikutip dari Channel News Asia (CNA), pelarangan itu mulai berlaku Selasa (5/11). Tapi skuter listrik masih diizinkan di jalur sepeda yang biasanya berada di taman-taman.
Masyarakat yang masih nekat menggunakan skuter listrik, menurut CNA akan kena denda hingga 2.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 20,6 juta (kurs Rp 10.300 per dolar Singapura) dan sanksi tiga bulan kurungan penjara.
“Akan ada waktu toleransi hingga 31 Desember 2019. Selama masa ini, masyarakat akan diberikan peringatan tak boleh menggunakan skuter listrik di kawasan yang sudah dilarang. Mulai 1 Januari 2020, denda akan mulai dikenakan,” kata Menteri Transportasi Singapura Lam Pin Mim.
Namun demikian, hal tersebut justru mengundang polemik dan mengancam bisnis perusahaan-perusahaan skuter listrik, seperti GrabFood, Deliveroo, maupun Foodpanda. Ketiga perusahaan ini merupakan pemain terbesar dalam layanan pesan antar makanan yang menggunakan skuter listrik.
The Strait Times melaporkan, maraknya penggunaan skuter listrik tersebut seiring dengan bertumbuhnya bisnis pesan antar makanan berbasis aplikasi. GrabFood yang merupakan pemain unggul, telah menggunakan skuter listrik untuk mempercepat pengiriman makanan ke konsumen.
“Ini benar-benar berdampak pada kami. Tidak cukup banyak jalur sepeda di Singapura. Kalau enggak ada skuter listrik, pengiriman lama, dan ini menyusahkan banyak pihak, termasuk konsumen,” kata seorang driver GrabFood kepada The Strait Times.
Merespons hal tersebut, Grab Singapura pun telah merasakan dampak dari pelarangan tersebut. Selama beberapa hari terakhir, manajemen Grab banyak menerima keluhan keterlambatan pengiriman ataupun pembatalan pesanan.
Dengan diberlakukan pelarangan tersebut, Grab juga harus mempertimbangkan moda transportasi lain yang mungkin tidak dapat tersedia dalam waktu dekat.
“Selama periode ini, kami berharap pada pengertian konsumen, di mana mereka harus menunggu lebih lama untuk pesanannya atau mengalami banyaknya pembatalan pesanan oleh rekan pengantar karena lokasinya yang tidak terjangkau jika harus berjalan kaki," kata juru bicara Grab Singapura.
Sebaliknya, manajemen Deliveroo justru menyebutkan pihaknya akan memberhentikan petugasnya yang kedapatan menggunakan skuter listrik pada jalur pejalan kaki.
Saat ini ada sekitar 100.000 skuter listrik terdaftar di Singapura, sekitar 7.000 di antaranya merupakan milik perusahaan pengiriman makanan, seperti GrabFood, Deliveroo, dan Foodpanda.
