Kumparan Logo

Mulai WFH, Hutama Karya Pastikan Pembangunan Tol Trans Sumatera Tak Terganggu

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PT. Hutama Karya (HK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PT. Hutama Karya (HK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

PT Hutama Karya (Persero) mulai menerapkan Work From Home untuk mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan tersebut diberlakukan di seluruh lingkungan kerja dan wilayah operasionalnya baik di kantor pusat maupun di proyek-proyek yang sedang digarap.

Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, pihaknya saat ini ditugasi untuk menggarap pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Perusahaan sudah menyiapkan agar proyek tersebut tidak banyak terganggu.

“Sesuai dengan arahan Bapak Jokowi, kita lakukan tanggap darurat terkait penyebaran Covid-19. Manajemen telah menerapkan contingency plan yang diberlakukan bagi seluruh karyawan Hutama Karya, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh proyek pembangunan JTTS dan proyek lainnya.” ujar Fauzan melalui keterangan tertulisnya, Rabu (18/3).

Fauzan menjelaskan, contingency plan berisi sejumlah peraturan yang harus ditaati oleh karyawan Hutama Karya sesuai dengan Kebijakan Direksi tentang pelaksanaan kerja/dinas kantor, antara lain telah diberlakukan sistem WFH bagi karyawan yang menggunakan transportasi publik atau berusia lebih dari 50 tahun.

Ruas tol Medan-Binjai bagian dari Tol Trans Sumatera yang dibangun PT Hutama Karya. Foto: Wendiyanto/kumparan

Selain itu, WFH juga berlaku untuk karyawan dalam kondisi hamil atau menyusui serta status pemulihan kesehatan khusus yang rentan terhadap penurunan imunitas. Fauzan menegaskan, kebijakan tidak akan menghambat proses pembangunan proyek JTTS.

“Manajemen telah menginstruksikan kepada Project Manager untuk melakukan pembagian kerja di proyek/ruas/cabang tol dengan pembagian shift, membatasi waktu kerja serta menghindari pekerjaan lembur,” terang Fauzan.

Fauzan menuturkan, respons cepat akan dilakukan oleh masing-masing proyek jika terdapat pekerja yang terindikasi terjangkit virus corona. Menurutnya, para petugas langsung menyiapkan penanganannya.

“Jika terdeteksi ada pekerja yang menunjukkan gelaja terinfeksi Covid-19, maka tim tanggap di proyek tersebut diwajibkan untuk melakukan penanganan lebih lanjut seperti mengisolasi dan berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan yang terdekat dengan proyek tersebut,” tutur Fauzan.

“Serta berkoordinasi dengan tim krisis divisi yang dimonitor langsung oleh manajemen Hutama Karya di kantor pusat,” imbuh Fauzan.

Tak hanya itu, Hutama Karya juga telah menyusun berbagai skenario terkait respons jika terjadi penyebaran covid-19 di lokasi proyek dengan memastikan adanya alternatif subkon jika subkon yang ada saat ini tidak dapat menjalankan bisnisnya akibat virus tersebut.