Naikkan Gaji CEO, Exxon Pernah Disindir Biden Sebab Lebih Banyak Duit dari Tuhan

6 Desember 2022 14:59
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perusahaan Minyak Exxon Foto: REUTERS/Rick Wilking
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan Minyak Exxon Foto: REUTERS/Rick Wilking
ADVERTISEMENT
Perusahaan migas kini tengah menikmati keuntungan karena naiknya harga minyak. Exxon Mobil salah satu yang meraup cuan dari kondisi ini.
ADVERTISEMENT
Perusahaan migas terbesar di AS ini melaporkan laba bersih hampir USD 20 miliar pada kuartal III 2022, melampuai ekspektasi dari rekor sebelumnya. Nilai cuan per akhir September itu setara Rp 311,6 triliun (kurs Rp 15.584 per dolar AS). Besarnya keuntungan yang dikantongi Exxon Mobil membuat manajemen menaikkan gaji para eksekutifnya.
"Komite kompensasi Exxon Mobil menyetujui kenaikan gaji tahunan CEO Darren Woods dari USD 1,70 juta menjadi USD 1,88 juta tahun ini," demikian laporan perusahaan dikutip dari Reuters, Selasa (6/12).
Direktur Keuangan Exxon Mobil Kathryn Mikells juga pernah mengecap manisnya kenaikan gaji di perusahaan tahun lalu. Bahkan Dia gaji pokoknya akan bertambah lagi menjadi USD 1,22 juta tahun depan. Perusahaan juga menaikkan gaji wakil presiden seniornya, efektif per 1 Januari 2023.
Reuters menyebut gaji pokok Exxon Mobil hanya 10 persen dari total uang yang mereka kantongi. Nilai ini belum ditambah pendapatan dari kenaikan harga saham dan bonus yang biasa didapatkan para eksekutif jika perusahaan cuan.
ADVERTISEMENT
Perusahaan minyak yang berbasis di Houston ini tercatat membayar total kompensasi ke Darren Woods USD 23,6 juta pada 2021 dan USD 15,6 juta pada tahun 2020.
Kenaikan gaji diumumkan manajemen nyaris sebulan setelah perusahaan perusahaan mencetak rekor laba bersih kuartalan karena sanksi terhadap Rusia membuat harga minyak mentah dan gas melonjak.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Exxon Pernah Disinggung Biden

Keuntungan tak terduga industri minyak tahun ini telah menarik perhatian Presiden AS Joe Biden. Pada Juni 2022, Biden menuduh sektor ini mengambil untung dari perang dan mengatakan Exxon menghasilkan "lebih banyak uang daripada Tuhan".
Presiden AS Joe Biden berbicara kepada wartawan setelah dugaan ledakan rudal Rusia di Polandia, di Bali, Indonesia, 16 November 2022. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden berbicara kepada wartawan setelah dugaan ledakan rudal Rusia di Polandia, di Bali, Indonesia, 16 November 2022. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Biden telah berulang kali meminta perusahaan minyak dan gas AS untuk menggunakan keuntungan mereka untuk meningkatkan produksi dan menurunkan harga BBM untuk orang Amerika.
ADVERTISEMENT
Exxon memiliki 9.000 izin untuk ngebor minyak, tapi Biden geram karena izin itu tidak semuanya digunakan untuk memproduksi lebih banyak minyak agar harga BBM rakyatnya murah.
“Mengapa Anda tidak memberi tahu mereka berapa keuntungan Exxon kuartal ini? Exxon menghasilkan lebih banyak uang daripada Tuhan tahun ini,” ujar Biden seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (11/6).
Sentilan ini juga dilontarkan Biden atas komentar dari CEO Exxon yang bilang "memberikan keuntungan kepada pemegang saham tidak sama dengan menurunkan harga untuk keluarga Amerika."
Sementara itu, Juru bicara Exxon Mobil, Casey Norton, mengatakan pihaknya membantah perkataan Presiden AS itu. Menurutnya, Exxon rajin berkomunikasi dengan pemerintah terkait investasinya untuk menaikkan produksi.
“Kami telah melakukan kontak rutin dengan pemerintah, memberi tahu mereka tentang rencana investasi kami untuk meningkatkan produksi dan memperluas kapasitas penyulingan di Amerika Serikat,” katanya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020