Kumparan Logo

Nasib Merger Garuda dan Pelita Air Belum Jelas, Danantara Buka Opsi Rebranding

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dok. BNPB

Danantara Indonesia mengungkapkan alasan merger BUMN maskapai antara Garuda Indonesia Group dengan anak perusahaan PT Pertamina, PT Pelita Air Service, belum kunjung mendapatkan titik terang.

Chief of Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa aksi korporasi tersebut mempertimbangkan kondisi keuangan Garuda Indonesia yang masih dalam proses restrukturisasi.

"Belum, karena kan kalau di-merger kondisinya belum betul-betul baik, dua-duanya nanti jadi beban. Jadi kita perbaiki dulu, yang Garuda harus betul-betul sukses dulu melakukan transformasi terhadap bisnisnya. Ini masih belum apa-apa, transformasi Garuda masih jauh," ungkapnya saat Danantara TIIF26, Senin (26/10).

Dony menuturkan bahwa konsolidasi Garuda Indonesia dan Pelita Air akan mencakup seluruh layanan, baik itu sebelum penerbangan (pre-flight), saat penerbangan (in-flight), hingga sesudah penerbangan (post-flight).

Dia mencontohkan, Danantara akan mengubah total keseluruhan proses mulai dari check-in penumpang, hiburan dalam penerbangan (in-flight entertainment), hingga kualitas awak kabin dari maskapai pelat merah sesudah merger. Dia membuka kemungkinan ada perubahan merek (rebranding).

"Makanya dia terus melakukan transformasi, nanti akan kita ada re-branding juga, tapi namanya tetap ya pasti Garuda Indonesia. Tapi kita lagi review satu persatu, mulai dari seragamnya, nanti identitasnya mungkin akan ditarik ulang ya kan sudah cukup lama kan," ungkap Dony.

Sejumlah pekerja membersihkan badan pesawat Airbus A320 milik Citilink dari abu vulkanik yang diparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Foto: SYARIEF AKBAR/AFP

"Kita yang lebih fresh, dengan semangat baru, motivasi baru, ini yang kita harapkan juga Nanti kalau dua-duanya sudah bagus, baru kita lakukan mergernya," tandasnya.

Sebelumnya, Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat konsolidasi maskapai pelat merah dengan menjadikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai holding maskapai BUMN.

Dalam skema holding, Pelita Air bakal bergabung ke Garuda Group untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional. Hal ini dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7).

"Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar," ujar Dony melalui keterangan resminya Jumat (24/7).

instagram embed