Nasionalisme jadi Alasan CEO Malaysia Air Mendadak Resign

Dunia bisnis Malaysia dihebohkan oleh pengunduran diri mendadak Chief Executive Officer (CEO) Malaysia Airlines, Peter Bellew. Bellew yang berkewarganegaraan Irlandia itu, memilih pulang ke negaranya dan menerima pinangan Ryanair sebagai Chief Operation Officer.
Manajemen Malaysia Airlines pada Selasa (17/10) menyebut pengunduran diri Bellew sebagai hal yang mengejutkan. Sebelum diangkat sebagai CEO maskapai nasional itu, Bellew merupakan COO di maskapai penerbangan murah Irlandia, Ryanair.
“Dan kini dia memutuskan kembali ke perusahaan lamanya dengan posisi yang sama,” demikian Reuters mengutip keterangan resmi Malaysia Airlines. Informasi soal kembalinya Bellew sebagai COO Ryanair, justru diketahui manajemen Malaysia Airlines dari keterbukaan informasi yang disampaikan Ryanair ke bursa London.
Bellew berdalih, memilih kembali ke Irlandia karena kecintaannya pada tanah air.
"Saya mendapat telepon dari Ryanair larut malam dua minggu yang lalu untuk menjadi chief operating officer. Ini adalah perusahaan terbesar di Irlandia yang membutuhkan pertolongan saya dan ada tantangan besar, ini adalah bentuk layanan nasional," kata Bellew dalam sebuah pernyataan, Rabu (18/10) seperti dirilis Reuters.
Rumor soal kembalinya Bellew ke Ryanair sudah mencuat di manajemen Malaysia Airlines pada akhir September. Saat itu, Ryanair untuk pertama kalinya meminta Bellew kembali. Namun Bellew membantah informasi itu, sambil menyatakan komitmennya bagi Malaysia Airlines.

Pemerintah Malaysia sebelumnya berharap Bellew dapat memperbaiki kinerja maskapai nasional itu, yang didera kerugian. Namun kabar menyebutkan, program-program reformasi Bellew terhambat oleh intervensi Khazanah, holding BUMN Malaysia.
"Tapi seminggu kemudian telepon itu datang lagi dan dalam hidup ada saatnya kita tidak dapat berkata ‘tidak’. Saya juga bisa lebih dekat lagi dengan keluarga dan teman-teman saya di Irlandia,” dalihnya.
Bellew juga mengaku telah berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar 5%. Penerbangan Malaysia Airlines ke China, Inggris, dan Australia juga menghasilkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5%.
