Negara ASEAN Teken Kerja Sama Pangan, Cegah Kekurangan Beras
·waktu baca 2 menit

Seluruh negara anggota ASEAN sepakat melakukan kerja sama dalam bidang ketahanan pangan, khususnya pada komoditas beras. Hal itu dilakukan guna menjamin ketersediaan beras di kawasan ASEAN.
"Terkait pangan kita ada beberapa hal yang dibahas terutama menyikapi climate change dan kekeringan ke depan. Terutama untuk akses komoditas strategis di ASEAN, salah satunya beras," kata Airlangga di Hotel St Regis, Minggu (3/9).
Ditemui terpisah, Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengungkapkan, kerja sama itu dilakukan guna menghindari krisis pangan seperti yang sering terjadi di negara lain.
"Kita tidak ingin kejadian seperti di kawasan lain karena adanya satu situasi kemudian terjadi hambatan komoditas yang menjadi kebutuhan utama. Kita tahu kalau beras harganya naik kan potensi social unrest-nya sangat besar," kata Edi.
Edi menekankan, negara ASEAN harus menjadi produsen beras terbesar di dunia melalui penerapan teknologi smart farming. Di sisi lain, dia menyebut petani beras perlu diremajakan.
"Karena kita tahu pertanian ini di ASEAN pelakunya banyak yang sudah senior. Umurnya lebih dari 50 tahun. Kalau tidak diremajakan pelakunya, maka akan sulit, pertanian menjadi sektor yang tidak produktif," tandasnya.
Stok Beras Dalam Negeri Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun
Sebelumnya, Pemerintah memastikan stok beras aman hingga akhir tahun ini. Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia disebut memiliki stok beras mencapai 2 juta ton, termasuk dari impor.
"Stok beras di Bulog (hingga saat ini) mendekati 1,6 juta ton. Sampai akhir tahun (ada tambahan) 400 ribu ton. Mendekati 2 juta ton sehingga ya," kata Airlangga di Istana Negara, Kamis (31/8).
Airlangga menjelaskan cadangan beras tersebut akan digunakan untuk bantuan sosial. Nantinya, dalam sebulan pemerintah akan memberikan 210 ribu ton beras selama tiga bulan.
"Nanti semua masuk dikurangi untuk bantuan 600 ribu ton. Jadi masih ada 1,4 juta ton," terang dia.
