Bisnis
ยท
15 September 2021 12:59
ยท
waktu baca 2 menit

Neraca Perdagangan RI Surplus USD 4,74 Miliar per Agustus, Tertinggi Sejak 2006

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Neraca Perdagangan RI Surplus USD 4,74 Miliar per Agustus, Tertinggi Sejak 2006 (1232533)
searchPerbesar
Sebuah kapal kargo bersandar di Pelabuhan Peti Kemas Makassar yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero). Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang pada Agustus 2021 surplus USD 4,74 miliar secara bulanan (month to month/mtm). Ini merupakan surplus keenam belas kali secara beruntun dan yang tertinggi sejak 2006.
ADVERTISEMENT
Surplus perdagangan bulan lalu karena total ekspornya mencapai USD 21,42 miliar atau naik 20,95 persen month to month (mtm) dan naik 64,10 persen year on year (yoy), sedangkan total impor sebesar USD 16,68 miliar naik 10,35 persen mtm dan naik 55,26 persen yoy.
"Ini surplus tertinggi. Terakhir surplus tertinggi USD 4,64 miliar pada 2006, sekarang surplus USD 4,74 miliar," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers daring, Rabu (15/9).
Secara kumulatif dari Januari-Agustus ini, neraca dagang RI surplus USD 19.17 miliar yang menurutnya cukup tinggi. Sebab pada 2020 total surplus hanya USD 10,96 miliar dan pada 2019 bahkan sempat defisit.
Margo menyebut, ekspor komoditas non migas menyumbang paling banyak dalam neraca perdagangan bulan ini dari lemak minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, dan besi baja.
ADVERTISEMENT
Dilihat dari per negara, Indoensia surplus terhadap Amerika Serikat USD 1.516 juta, India USD 1.052 juta, dan Filipina USD 584,3 juta. Sementara dengan Australia defisit USD 453 juta, Thailand defisit USD 334 juta, dan China defisit USD 175 juta.

Nilai Ekspor Tertinggi Sejak 2011

Tidak hanya mencapai rekor surplus, total ekspor sepanjang bulan lalu juga merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2011. Margo menyebut saat itu nilai ekspor RI mencapai USD 18,60 miliar dan per Agustus 2021 sebesar USD 21,42 miliar.
Margo mengungkapkan nilai ekspor sepanjang Agustus 2021 ditopang oleh dua hal yaitu kenaikan harga komoditas dan permintaannya ke luar negeri. Dua komoditas yang harganya meroket diikuti volume ekspornya naik adalah minyak kelapa sawit dan batu bara.
ADVERTISEMENT
Harga batu bara minyak naik 11,04 persen pada Agustus 2021 secara bulanan, kelapa sawit nai 6,65 persen secara bulanan, dan minyak kernel naik 4,66 persen.
"Nilai ekspor Agustus ini rekor baru bagi ekspor Indonesia, tertinggi sejak Agustus 2011 sebesar USD 18,60 miliar," ujarnya.