Nicholas Saputra Sharing ke Mahasiswa saat BCA Berbagi Ilmu di Undip

7 Mei 2024 19:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Armand Hartono didampingi Duta Bakti BCA sekaligus aktor Nicholas Saputra saat memberi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (7/5/2024). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Armand Hartono didampingi Duta Bakti BCA sekaligus aktor Nicholas Saputra saat memberi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (7/5/2024). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Aktor yang juga menjadi Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra, mengisi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dalam acara bertajuk BCA Berbagi Ilmu dengan tema Survival Facing Uncertainties itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Armand Hartono, dan Rektor Undip Suharnomo.
ADVERTISEMENT
Nicholas Saputra menceritakan sepak terjangnya di dunia perfilman. Ia juga menyoroti perkembangan teknologi dan dunia film di Indonesia yang kian maju dan beragam.
"Sampai sekarang kita lihat film Indonesia jumlahnya sudah lebih banyak, sudah ratusan. Bioskop sudah ada dimana-mana kita bisa lihat perkembangan situasi saat ini yang sangat berkembang," ujar Nicholas di Undip, Selasa (7/5).
Nicholas juga berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu mereka dengan baik sebagai bekal untuk berkiprah di masyarakat.
"Sebagai mahasiswa, bisa mendapatkan pelajaran informal dan formal, bisa diskusi dengan teman-teman karena dunia pasca kampus itu sangat bervariasi, ini adalah ruang kita untuk belajar lebih banyak. Jangan lupa untuk bersenang senang dan selamat untuk majadi bagian dari society yang lebih besar," ujar Nicholas.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Armand bercerita soal perjuangan keluarganya dalam membangun bisnis rokok Djarum hingga jatuh bangun BCA di tengah krisis ekonomi pada masa lalu.
"Jadi tahun 1963 rokok Djarum dipalsuin, kemudian tahun 65 bapak mulai lagi. Lalu tahun 1970 ada pesaing yang sudah memakai mesin dan teknologi. Kita telat dan ternyata teknologi dan cara kerja sangat penting," ungkap Armand.
Di tengah keterpurukan tersebut, Djarum bisa kembali melesat. Kemudian pada tahun 1998, Djarum justru bisa mengakuisisi BCA dan membuatnya besar seperti saat ini.
"Tanpa kita mengubah cara kerja, proses kerja teknologi bisnis akan rusak. Dunia berubah lebih modern, ada harus paham teknologi karena ilmu-ilmu berkembang," jelas Armand.
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Armand Hartono didampingi Duta Bakti BCA sekaligus aktor Nicholas Saputra saat memberi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (7/5/2024). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Dalam kesempatan ini, Armand mengaku senang bisa mengisi kuliah umum di Undip. Ia berharap kedatangannya akan memberikan motivasi bagi para mahasiswa.
ADVERTISEMENT
"Sebagai lembaga perbankan nasional BCA selalu mendukung pembangunan berkelanjutan, kolaborasi ini penting untuk mencapai cita-cita itu. Senang sekali BCA bersama Undip bisa berkolaborasi berbagi ilmu. Terus mendorong kampus dan industri pembelajaran yang praktis dan aplikatif," tutur Armand.
Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, juga menyambut baik adanya program BCA berbagi ilmu. Menurutnya, dengan program ini mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dari tokoh-tokoh yang expert di bidangnya.
"Bagus sekali, sangat bermanfaat, isinya 'daging' semua dan tidak bosan. Saya, dosen, sampai mahasiswa bertahan sampai akhir. Ini acara yang sangat baik karena mahasiswa mendapat ilmu dari para tokoh yang berpengalaman," ujar Suharnomo.