Kumparan Logo

Nike Bakal Kurangi Produksi di China Buat Minimalisasi Dampak Tarif Impor Trump

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri pertemuan puncak NATO di Den Haag, Belanda, Rabu (25/6/2025). Foto:  Ludovic Marin/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri pertemuan puncak NATO di Den Haag, Belanda, Rabu (25/6/2025). Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERS

Produsen sepatu asal Amerika Serikat, Nike, akan mengurangi ketergantungan produksi di China. Ini menjadi langkah Nike dalam meminimalisasi dampak tarif impor AS.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberlakukan tarif besar-besaran terhadap sejumlah negara, termasuk China. Dengan adanya tarif, Nike memprediksi akan terdapat penurunan pendapatan pada kuartal pertama karena Nike perlu menambah beban keuangan hingga USD 1 miliar.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (27/6), Chief Financial Officer Nike, Matthew Friend, menyebut saat ini sekitar 16 persen sepatu Nike yang diimpor ke AS berasal dari China yang merupakan target utama AS dalam kenaikan tarif. Matthew ingin memindahkan sebagian produksi Nike dari China ke negara lain.

“Kami akan mengoptimalkan distribusi sumber produksi dan mengalokasikan ulang produksi ke berbagai negara untuk mengatasi beban biaya baru di pasar AS,” kata Matthew.

Selain mengalihkan sebagian produksinya dari China, salah satu cara Nike untuk mengurangi beban biaya adalah menaikkan harga sejumlah produknya di pasar AS. Meski demikian langkah ini masih dianggap analis sebagai langkah yang aman bagi pangsa pasar Nike di AS.

Ilustrasi Logo Nike. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson

“Dampak tarif ini memang signifikan. Tapi saya memperkirakan pemain lain di industri olahraga juga akan menaikkan harga, jadi Nike mungkin tidak akan kehilangan banyak pangsa pasar di AS,” kata David Swartz, analis Morningstar Research.

Saat ini Nike juga berfokus pada inovasi karena penjualan sepatu lari kembali tumbuh di kuartal keempat tahun lalu setelah sempat melemah di kuartal sebelumnya. Untuk itu Nike akan berfokus pada lini sepatu larinya seperti Pegasus dan Vomero dan mengurangi produksi sepatu klasik seperti Air Force 1.

instagram embed

Analis Citi, Monique Pollard mengatakan produk baru di lini lari dan pakaian olahraga Nike diperkirakan bisa menutup penurunan penjualan sepatu klasik di toko mitra grosir Nike.

“Penjualan sepatu lari menunjukkan performa yang sangat kuat bagi Nike,” ujar Monique.

Nike memproyeksikan pendapatan kuartal pertama turun dalam kisaran ‘mid-single digit’ atau sekitar 5 persen, sedikit lebih baik dibandingkan perkiraan analis yang memprediksi penurunan 7,3 persen berdasarkan data LSEG.