Kumparan Logo

Nilai Investasi China di IKN Capai Rp 70 Triliun, untuk Apa Saja?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Hankam yang telah selesai dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (14/2/2025).  Foto: Aditya Nugroho/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Hankam yang telah selesai dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (14/2/2025). Foto: Aditya Nugroho/ANTARA FOTO

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membeberkan nilai investasi dari China di IKN hingga saat ini hampir mencapai Rp 70 triliun.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengatakan angka tersebut terdiri dari Rp 68,4 triliun berasal dari skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di sektor perumahan, Moda Unik Terpadu (MUT), dan pembangunan jalan dan investasi asing langsung senilai Rp 500 miliar dari PT Delonix Bravo Investment.

“Investasi konsorsium dan perusahaan asal Tiongkok telah berinvestasi hampir Rp 70 Triliun di IKN ini,” ujar Agung dalam keterangan resmi, Senin (2/6).

Agung mengatakan nilai investasi ini merupakan kepercayaan besar dari China. Selain itu, dia juga menyebut investasi yang sudah berjalan akan berlanjut dan akan terus menjajaki potensi investasi lainnya.

Pemerintah China juga merawat komitmen investasi dengan berkunjungnya Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong ke IKN, didampingi oleh Ketua Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, Sun Shangbin.

Kunjungan ini digelar untuk memperkuat hubungan bilateral dan membahas kelanjutan serta perluasan kerja sama investasi Tiongkok dalam pembangunan IKN.

Dalam kunjungannya, Duta Besar H.E. Wang Lutong mengapresiasi kemajuan pembangunan Nusantara dan memastikan bahwa Tiongkok melihat IKN sebagai peluang strategis untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara.

“Kami mendorong lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan kota ini,” tutur Wang.

Hingga 26 Mei 2025, Otorita IKN telah menerima 36 Letter of Interest (LoI) asal Tiongkok, 32 di antaranya untuk skema KPBU dan 4 untuk skema investasi langsung.

Investasi dari China menempati sektor energi, perumahan, digital, pengelolaan sampah, infrastruktur transportasi, infrastruktur dasar, industri hijau, gaya hidup, hingga media dan penyiaran.

Selain itu, ada dua konsorsium besar yang juga tengah mengembangkan proyek KPBU MUT dan jalan, yaitu konsorsium CHEC–IJM dengan investasi Rp 27,1 triliun dan konsorsium CSCEC–CREC Rp 27,9 triliun.

Saat ini, kedua proyek masih berada dalam tahap studi kelayakan yang nantinya akan dievaluasi oleh Komite KPBU Otorita IKN. Nantinya akan dilakukan market sounding sebelum masuk ke tahap lelang akhir.

Sementara itu, proyek KPBU Perumahan oleh konsorsium IJM–CHEC juga tengah dievaluasi. Proyek ini mencakup pembangunan 20 menara rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan WP 1B dengan estimasi nilai Rp13,4 triliun.

Sejumlah warga mengabadikan momen dengan foto bersama di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/4/2025). Foto: Aditya Nugroho/ANTARA FOTO

Kemudian Investasi langsung asing dari PT Delonix Bravo Investment, prosesnya telah memulai pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex pada September 2024 lalu.

Kompleks ini berdiri di atas lahan seluas 24,2 hektare meliputi bangunan hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga, serta ruang terbuka hijau.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, juga memastikan kelancaran investasi dari China. Dia menuturkan investasi yang sudah berjalan tidak akan berhenti di tengah jalan.

“Selain Otorita IKN, Kementerian Keuangan juga akan memberikan jaminan co-guarantee untuk mendukung keberhasilan pembangunan ini," tegasnya dalam pertemuan sebelumnya dengan perwakilan konsorsium CHEC–IJM.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan prosesi penanaman pohon Meranti (Shorea leprosula) dan Kapur (Dryobalanops sp.) di Plaza Bhineka Tunggal Ika, sebagai simbol kerja sama yang akan terus bertumbuh dan sebagai komitmen jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok dalam membangun IKN sebagai kota masa depan.

instagram embed