Kumparan Logo

Nilai Transaksi Kripto di RI Tembus Rp 32,31 T per Juni 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto sudah mencapai Rp 32,31 triliun hingga akhir Juni 2025. Jumlah investor kripto pun terus meningkat, mencapai 15,85 juta investor di akhir bulan lalu.

Investor tersebut terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 15,81 juta pengguna, Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 37,5 ribu pengguna, Badan Usaha Domestik 470 entitas, Badan Usaha Internasional yang 260 entitas.

Selain itu, OJK juga mencatat pada Juni 2025 jumlah Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) sudah mencapai 20 pedagang dengan total 1.153 koin yang diperdagangkan. Angka ini memang tidak berubah dari jumlah PFAK per Mei 2025 tapi naik dari jumlah PFAK per April 2025 yang ada pada 19 pedagang.

Terkait peringkat Indonesia berdasarkan Global Crypto Adoption Index 2024 oleh Chainalysis, saat ini peringkat Indonesia sudah ada pada peringkat ke-3 atau naik dari peringkat ke-7 pada tahun sebelumnya. Hal ini juga membuat Indonesia melampaui Amerika Serikat (AS) di peringkat 4 dan Vietnam di peringkat 5.

Menurut OJK, naiknya peringkat Indonesia didorong oleh peluang trading yang menjanjikan termasuk bagi trader kripto profesional.

Adapun lima besar negara yang masuk dalam Global Crypto Adoption Index 2024 jika diurutkan dari peringkat pertama sampai sepuluh di antaranya adalah India, Nigeria, Indonesia, AS, Vietnam, Ukraina, Rusia, Filipina, Pakistan, dan Brasil.

instagram embed

Industri Kripto

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) menyentuh USD 2,43 triliun pada pertengahan Juli 2025, mampu melewati Amazon dengan kapitalisasi pasar USD 2,38 triliun. Salah satu industri kripto di Indonesia, PT Pintu Kemana Saja (Pintu), optimistis transaksi kripto di dalam negeri juga terus meningkat.

Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, mendorong lebih banyak investor kripto di Tanah Air. Salah satunya dengan meluncurkan program Flexi Earn Super Rate Up yang meningkatkan imbal hasil dalam fitur Flexi Earn hingga 25 persen per tahun selama periode Juli-Agustus 2025.

“Flexi Earn bisa menjadi fitur yang memberikan nilai tambah bagi pengguna Pintu untuk menikmati imbal hasil 25 persen untuk beberapa token pilihan. Pada periode awal ini, Dogecoin (DOGE) menjadi token pertama yang mendapatkan promo imbal hasil 25 persen, selanjutnya token Lido DAO (LDO), dan akan menyusul token-token lainnya,” jelas Iskandar.

Flexi Earn adalah fitur yang terdapat di fitur Pintu Earn, yang memungkinkan pengguna aplikasi Pintu untuk menyimpan aset kripto dan memperoleh imbal hasil. Imbal hasil ini diberikan setiap jam dan dapat dicek secara langsung jumlahnya di riwayat pembayaran imbal hasil Earn, dengan pengambilan hasil dapat dilakukan oleh user setiap 12 jam.

Aset kripto yang tersedia di fitur Pintu Earn antara lain, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), dan aset kripto lainnya dengan imbal hasil mulai dari 0,25 persen hingga 25 persen.

“Sebanyak 35 persen pengguna aplikasi Pintu yang sudah melakukan aktivitas trading dan investasi di Pintu juga memanfaatkan fitur Pintu Earn dengan tiga aset crypto favoritnya adalah stablecoin USDT/USDC, BTC, dan ETH. Dengan hadirnya peningkatan imbal hasil hingga 25 persen, kami harap fitur Flexi Earn semakin banyak digunakan oleh pengguna PINTU,” ungkap Iskandar.