kumparan
17 Oktober 2018 10:59

Nilai Tukar Rupiah dan Harga Minyak Meleset dari Target APBN 2018

Ilustrasi menghitung mata uang Rupiah.
Ilustrasi menghitung mata uang Rupiah. (Foto: AFP/Adek Berry)
Kementerian Keuangan memaparkan realisasi APBN 2018 hingga posisi bulan September. Dalam catatan Kemenkeu, ada dua realisasi asumsi makroekonomi dalam APBN 2018 yang meleset paling jauh dari target.
ADVERTISEMENT
Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga 31 September 2018 mencapai Rp 14.119, lebih tinggi dari asumsi sebesar Rp 13.400. Kedua, harga minyak mentah Indonesia (ICP) mencapai USD 68 per barel. Sementara di asumsi ICP sebesar USD 48 per barel.
"Nilai tukar hingga akhir September rata-rata Rp 14.119. Ini adalah rata-rata karena awal tahun kita masih cukup rendah, dan oleh karena itu sampai dengan September meski terjadi depresiasi atau penguatan dolar ini secara avarage Rp 14.119,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak, Jakarta, Rabu (17/10).
Menteri Keuangan Sri Mulyani, Penghargaan Menteri Keuangan of the Year, GlobalMarkets
Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat Penghargaan Menteri Keuangan of the Year dari GlobalMarkets, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Adapun laju inflasi hingga akhir September 2018 mencapai 2,9 persen (yoy). Angka inflasi ini masih di bawah target yang sebesar 3,5 persen (yoy). Selain itu, lifting minyak mencapai 774 ribu barel per hari, lebih rendah dari asumsi yang sebesar 800 ribu barel per hari. Sedangkan untuk lifting gas mencapai 1,14 juta barel setara minyak per hari, sementara asumsinya sebesar 1,2 juta barel setara minyak per hari.
ADVERTISEMENT
“Tapi kita tetap hati-hati karena volume produksi kita tertahan tapi permintaan dalam negeri kita meningkat. Akan terlihat di neraca pembayaran kita impor migas,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan