Nyoman Nuarta Buka-bukaan soal Upah Desain Istana IKN: Tak Dibayar, Tak Masalah
ยทwaktu baca 2 menit

Pematung tersohor Indonesia, Nyoman Nuarta, membeberkan ide dan prosesnya dalam penciptaan desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dia mengungkapkan, dia bersedia untuk tidak dibayar demi tugas negara.
"Saya bekerja saja sesuai perintahnya, sudah enggak mikir apa-apa lagi. Ini kan untuk negara. Kalau saya enggak mikir apakah ini jadi atau tidak, mau dibayar atau tidak, tidak ada masalah. jadi saya hanya bekerja sesuai dengan tugasnya," ujarnya dalam video 'Nyoman Nuarta soal Ibu Kota Nusantara' di Youtube David Silahooij, dikutip kumparan pada Selasa (15/2).
David Silahooij sudah mengizinkan kumparan mengutip Nyoman Nuarta yang diwawancarainya.
Nyoman menuturkan, pekerjaan yang dia emban adalah pekerjaan khusus untuk negara. Sehingga menurut dia, tidak usah memikirkan upah untuk mendesain Istana Negara.
"Buat saya lebih penting kita bisa ikut berpartisipasi. Itu bedanya kalau saya, jadi tidak terlalu 'wah ini enggak dibayar' enggak dibayar ya enggak apa-apa," tuturnya.
Dia pun mencontohkan pengalamannya saat membangun patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), salah satu destinasi wisata populer di Bali. Nyoman mengungkapkan bahwa dia tidak punya kepemilikan sama sekali terhadap patung tersebut.
"GWK yang saya buat, saya tidak ikut memiliki di sana, hanya buat saja. Dulu tuh kita kekurangan dana, saya melihat diri ini sudah tua kalau minjem ke bank sudah takut, walaupun bisa karena agunan kita cukup besar," ungkapnya.
"Saya bilang saya lepas, tapi yang membelinya harus menyelesaikan tugas, patungnya harus selesai. Nah sudah selesai saya pergi. Sederhana, yang penting itu ada di Indonesia," imbuhnya.
Bagi Nyoman, yang penting patung tersebut masih ada di Indonesia. Dia rela untuk tidak mendapat keuntungan apapun dan hanya mengemban tugas untuk menyelesaikan patung, sama halnya dengan desain Istana Negara IKN.
"Itu bedanya saya dengan teman-teman lain, buat saya yang berkaitan dengan negara kalau kita bisa, sebisanya lebih bagus kita menyumbangkan tenaga kita," ucap Nyoman.
Nyoman menegaskan tugasnya hanya mendesain. Ke depan, pembangunan Istana Negara ini akan ditenderkan. Pemenangnya akan mengembangkan desain miliknya, bahkan jika tidak dipakai pun Nyoman tidak keberatan.
"Kalau ini kan desain, saya tugasnya mendesain. Kemudian nanti ditenderkan siapa pemenangnya, apa dia mau pakai (desain) saya silakan, enggak pakai juga enggak apa-apa," kata dia.
"Kompleks Istana kan ada 5 hektare lebih, saya ditugaskan untuk membuat basic desainnya, sudah mendekati rampung. Nanti pengembangannya terserah, asal jangan miring gitu berubah," tandasnya.
