OECD Beri Peringatan Risiko Ekonomi Global Memburuk, Tekanan Inflasi Naik
·waktu baca 1 menit

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memberikan warning atau peringatan bahwa kondisi ekonomi global akan memburuk. Hal ini terjadi seiring konflik di Timur Tengah yang tak juga mereda.
"Penilaian keseluruhan memberikan tekanan ke bawah pada pertumbuhan (ekonomi) dan tekanan ke atas pada inflasi," kata Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann,di sela-sela pertemuan Kelompok Tujuh seperti dilansir Bloomberg, Selasa (19/5).
“Kami sudah memberikan penilaian awal terhadap ekonomi global pada Maret 2026, tetapi kami akan merevisi penilaian itu dalam beberapa minggu ke depan. Sebab jelas bahwa terjadi tekanan ke bawah pada pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi," lanjutnya.
OECD menjadi lembaga internasional pertama yang memperingatkan bahwa perang di Iran akan memicu kenaikan harga minyak hingga bahan baku, bahkan mengganggu perekonomian.
Cormann menjelaskan, bank sentral saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari risiko kenaikan inflasi dan aktivitas ekonomi. Bahkan menurutnya, bank sentral saat ini seharusnya mulai mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan.
"Biasanya Anda dapat melihat sinyal ini melalui guncangan harga energi dan berdampak pada kenaikan harga secara lebih luas," kata Cormann.
