Kumparan Logo

OECD Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,9 Persen di 2025-2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi OECD. Foto: Gil C/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi OECD. Foto: Gil C/Shutterstock

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memberi angin segar bagi Indonesia. Lembaga internasional itu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam laporan terbarunya, OECD Economic Outlook Interim Report September 2025.

OECD memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,9 persen pada 2025 dan 2026. Angka ini naik dari laporan Juni lalu, yakni 0,2 poin persentase lebih tinggi untuk 2025 dan 0,1 poin persentase lebih tinggi untuk 2026.

"Pelonggaran kebijakan moneter dan investasi publik yang kuat diharapkan dapat mendukung perekonomian Indonesia, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,9 persen yang diproyeksikan untuk tahun 2025 dan 2026," tulis laporan terbaru OECD itu, dikutip Rabu (24/9).

Menurut OECD, proyeksi optimistis ini dipicu oleh tren suku bunga acuan yang semakin rendah sehingga berpotensi mendorong aliran investasi ke dalam negeri.

Foto udara pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B Rute Velondrome-Rawamangun di kawasan Pramuka, Matraman, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Namun, ada catatan lain: inflasi diperkirakan ikut terkerek naik. OECD memproyeksikan inflasi Indonesia mencapai 1,9 persen pada 2025 dan naik menjadi 2,7 persen di 2026, seiring pelemahan nilai tukar rupiah.

"Kenaikan inflasi diproyeksikan terjadi di Indonesia, karena depresiasi nilai tukar sebelumnya mempengaruhi harga domestik," ungkap OECD.

Di level global, OECD juga mengerek naik proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9 persen menjadi 3,2 persen. Organisasi berbasis di Paris itu menyebut perekonomian global terbukti lebih tangguh dari perkiraan meski ada ancaman tarif tinggi di bawah kebijakan Trump.

instagram embed