OJK: 58 Perusahaan Segera IPO, Nilainya Tembus Rp 10,5 T

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bakal ada 58 perusahaan yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai Rp 10,5 triliun. Artinya, minat penghimpunan dana di pasar modal masih sangat tinggi.
"Ada rencana IPO dari 58 perusahaan senilai Rp 10,50 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK), Senin (9/10).
Hingga 29 September 2023 sudah ada 65 perusahaan yang melakukan IPO dengan total nilai Rp 51,91 triliun. Adapun total penghimpunan dana hingga periode tersebut tercatat senilai Rp 190,02 triliun.
Inarno melanjutkan, untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, hingga 29 September 2023 telah terdapat 16 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 456 Penerbit, 161.660 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp 975,13 miliar.
Di sisi lain, Inarno mencatat, pasar SBN membukukan outflow investor asing sebesar Rp 23,30 triliun mtd (Agustus 2023: outflow Rp 8,89 triliun mtd), sehingga mendorong kenaikan yield SBN rata-rata sebesar 26,54 bps mtd di seluruh tenor. Secara ytd, yield SBN turun rata-rata sebesar 15,38 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net buy sebesar Rp 60,81 triliun ytd.
Sementara di pasar obligasi korporasi, indeks pasar obligasi ICBI melemah 1,18 persen mtd namun secara ytd masih menguat 5,91 persen ke level 365,17 (Agustus 2023: menguat 0,09 persen mtd dan 7,17 persen ytd).
"Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non-resident tercatat sebesar Rp 349,15 miliar mtd, dan secara ytd masih tercatat outflow Rp 911,13 miliar," tandasnya.
