Kumparan Logo

OJK: Banyak Anak Muda Gagal KPR karena Tersangkut Utang Paylater Ratusan Ribu

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di JCC Senayan, Kamis (24/8/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di JCC Senayan, Kamis (24/8/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut banyak anak muda gagal mengajukan KPR karena tersangkut utang ratusan ribu di payLater. Tunggakan payLater masuk ke dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) atau sebelumnya bernama BI Checking.

Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dari salah satu bank yang menyediakan penyaluran KPR.

“Kita sudah dapat salah satu bank yang menyediakan banyak kredit untuk KPR itu loh, mengatakan ‘Bu ini banyak anak-anak muda yang nggak bisa dapat karena udah kena di SLIK-nya padahal dia hanya utang di payLater itu berapa ratus ribu tetapi macet dan lain-lain’,” kata Kiki saat ditemui di JCC Senayan, Kamis (24/8).

Kiki menegaskan, SLIK OJK berpengaruh pada seleksi dunia kerja. Bahkan dia pun juga dicek data keuangannya dalam SLIK saat mendaftar sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Iyalah (berpengaruh ke dunia kerja), saya aja daftar OJK dicek juga. Semua, saat fit and proper test itu disampaikan sudah dicek, tidak ada catatan keuangan yang tidak baik,” ujarnya.

Kiki memprediksi sistem SLIK ke depannya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangannya yakni banyak masyarakat nantinya memiliki skor kredit yang buruk di SLIK OJK.

embed from external kumparan

“Dari AFPI sudah minta kepada kita supaya data itu dimasukkan dalam data SLIK, karena katanya orang-orang ini yang tahu datanya masuk SLIK mereka ini hati-hati, tapi kalau pinjol karena tahu nggak masuk SLIK suka nggak bayar, jadi plus minus,” tutur Kiki.

“Bagusnya adalah semua terkoordinasi semua, tetapi nggak bagusnya lebih pasti lebih banyak kena catatan itu,” sambungnya.

Kiki sudah pernah menyinggung data PayLater kini sudah terhubung dalam SLIK OJK. Artinya setiap ada tunggakan pembayaran PayLater akan mempengaruhi skor kredit.

"PayLater ini sudah nyata banget! Beberapa bank kemarin mengeluhkan ke kami, ini anak-anak muda banyak yang harusnya ngajuin KPR rumah pertama, tapi enggak bisa, karena ada utang di PayLater," imbuh Kiki di Kantor OJK, Jumat (18/8).